By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dampingi Rintisan Desa Wisata Kartikajaya, Kemenpar Gandeng Stiepari
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dampingi Rintisan Desa Wisata Kartikajaya, Kemenpar Gandeng Stiepari

Last updated: 5 Juli 2019 18:47 18:47
Jatengdaily.com
Published: 4 Juli 2019 21:41
Share
Kemenpar dan dosen Stiepari melakukan pendampingan masyarakat dalam program rintisan desa wisata di Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Foto: she
SHARE

KENDAL (Jatengdaily.com)– Duta Indra Siregar, Analis Kebijakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan, Kemenpar punya program membangun desa wisata, dengan melibatkan perguruan tinggi dalam pendampingan masyarakat di rintisan desa wisata tersebut.

”Pengembangan desa wisata terus dilakukan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menunjang sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sana. Langkah yang dilakukan, salah satunya, adalah dengan melakukan pendampingan rintisan desa wisata di Desa Kartikajaya, yang ada di Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dengan melibatkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (Stiepari Semarang),” jelasnya, Kamis (4/7/2019) di sela fasilitasi pelatihan bagi masyarakat di Kantor Balai Desa Kartikajaya.

Menurutnya, dengan pendampingan oleh dosen dan mahasiswa, nantinya diharapkan masyarakat mandiri, dan bisa mengembangkan potensi lokal yang ada. Sehingga menjadikan yang semula rintisan, bisa mandiri menjadi desa wisata. Tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menguatkan perekonomian warga.

”Selain anggaran, Kemenpar juga akan berkordinasi dengan dinas dan pihak terkait. Misalnya, untuk kelancaran jalan menuju akses objek wisata, akan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dan lainnya,” jelasnya.

Ketua Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarat Stiepari Semarang Dr Sri Yuwanti mengatakan, dipilihnya desa ini, karena punya keunikan dan banyak potensi lokal yang belum dikembangkan.

Untuk pariwisata, misalnya susur sungai Lingen menuju ke susur pantai, yang ada Pulau Buru-nya, tambak ikan, dan menyisir mangrove dan melihat Pulau Tiban.

Potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diantaranya, shompia, kerupuk gendar, aneka macam olahan bandeng, abon ayam, kripik singkong dan aneka olahan makanan udang. Juga akan dikembangkan batik lokal, krupuk dan dodol mangrove, pembibitan mangrove, pengolahan rebon, bandeng cabut duri.

Juga adanya homestay-homestay untuk penginapan bagi para wisatawan yang berkunjung ke sini. Juga pengembangan budaya lokal, mengingat di sini, warganya multikultur. she

You Might Also Like

72 Persen Calhaj Jateng Berisiko Tinggi
Pemprov Jateng Kaji Potensi Dana Tak Terduga untuk Kendalikan Inflasi
Manajemen Pendidikan Abad 21, Sebuah Grand Desain Pendidikan
Pensiun Harus Tetap Aktif dan Produktif
Pemerintah Tetapkan HPP Jagung Rp5.500/Kg, Bulog Siap Serap 1 Juta Ton Panen Raya
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?