in

Diberi Perlindungan LPSK, Lasmi Siap Buka-bukaan Kasus Mafia Bola

Lasmi Indaryani (tengah) pelapor kasus mafia bola, yang kini mendapat perlindungan LPSK. Foto: ist

JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengabulkan permohonan terhadap Lasmi Indaryani selaku pelapor dugaan mafia bola. Karena itu Lasmi pun siap buka-bukaan dalam persidangan kasus mafia bola yang melibatkan enam tersangka, di PN Banjarnegara mendatang.

“Saya ke sini mewakili Lasmi bertemu Satgas bahwa LPSK telah mengabulkan permohonan pengamanan saksi,” kata Boyamin di Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (12/4).

Boyamin tak menjelaskan secara rinci terkait perlindungan yang seperti apa akan diberikan terhadap kliennya itu. “Kira-kira seperi apa (perlindungannya) kita lihat nanti saat persidangan. Tapi setidaknya sudah diatur teknis perjanjian antara Lasmi dan LPSK untuk mengatur teknis,” jelasnya.

Diakui Boyamin, dikabulkannya permohanan oleh LPSK terkait perlindungan saksi dan korban membutuhkan waktu yang cukup lama. “Agak lama ya, satu bulan lebih kia-kira karena ada psikotes ternyata. Itu mendatangkan psikolog juga buat Lasmi waktu itu bentuk evaluasi benar enggak dia tertekan, diancam segala macam,” ungkapnya

Yang jelas, tambah Boyamin, setelah dikabulkannya Perlindungan LPSK dan untuk lebih mempersiapkan diri Lasmi Indaryani dalam menghadapi persidangan di Pengadilan Banjarnegara, pihaknya memperkuat tim kuasa hukum Lasmi Indaryani di Jakarta maupun Banjarnegara.

Tim Jakarta terdiri Boyamin Saiman, Kurniawan Adi Nugroho, SH, Rizky Dwi Cahyo Putra SH, Saminoto SH MH, Dimas Hengki Surya ASC SH. Sedangkan tim Banjarnegara terdiri Happy Sunaryanto, SH. MH dan Hantoro SH MH.

Seperti diketahui Lasmi Indaryani merupakan mantan manajer Persibara Banjarnegara, yang melaporkan kasus dugaan mafia bola melalui pengaturan skor pertandingan di Liga 2 dan Liga 3. Dari laporan tersebut penyidik menetapkan sejumlah tersangka yang kini telah dilimpahkan ke kejaksaan di Banjarnegara.

Para tersangka tersebut adalah anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan Komisi Wasit Priyanto alias Mbah Pri, wasit futsal Anik Yuni Artikasari alias Tika, wasit Nurul Safarid dan staf Direktur Wasit PSSI yakni Mansyur Lestaluhu. yds

Written by Yanuar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

1.000 Paket Sembako untuk Korban Banjir Tambakrejo

Beda Pilihan, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Kebersamaan