By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dilanda Kekeringan, Warga Beli Dua Galon Air Sehari
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dilanda Kekeringan, Warga Beli Dua Galon Air Sehari

Last updated: 18 September 2019 08:30 08:30
Jatengdaily.com
Published: 18 September 2019 08:27
Share
Ilustrasi: Warga mendapat bantuan air bersih, akibat krisis air saat musim kemarau. Foto: dok/JD/adry
SHARE

PURWODADI (Jatengdaily.com)- Empat Dusun di Kabupaten Purwodadi mendapat pasokan air bersih sebanyak sembilan tangki dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Selasa (17/9/2019). Sebelum mendapat bantuan, daerah tersebut telah mengalami kesulitan air bersih selama dalapan bulan di tahun 2019 ini.

Empat daerah yang mendapat pasokan air bersih adalah Desa Nglobar, mendapat empat tangki. Kemudian Desa Watu Karanganyar, mendapat dua tangki. Keduanya diwilayah Kecamatan Purwodadi. Sedsngkan dua tempat lainnya berada di Kecamatan Grobogan, yakni Desa Grobogan mendapat satu tangki dan di Desa Karangrejo dua tangki.

Warga Dusun Selokromo Desa Nglobar, Joko mengatakan kekeringan ini telah terjadi sejak sekitaran bulan Pebuari sampai September 2019. Menurutnya, kekeringan yang dialami diwilayah tinggalnya terjadi setiap tahun. Namun, tahun ini lebih parah dari tahun 2018 lalu.

“Musim kemarau tahun kemarin mulai sekitar bulan Maret sampai Oktober. Kalau sekarang ini sudah delapan bulan, lebih parah. Ini saja belum tahu kapan nanti akan turun hujan,” ungkapnya saat mengantri pembagian air bersih, di Dusun Selokromo.

Joko mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya warga setempat harus merogoh kocek uang Rp 6 ribu sampai Rp 8 ribu untuk pembelian dua galon air bersih. Air tersebut hanya dipergunakan untuk kebutuhan minum dan keperluan memasak.

“Sehari paling tidak ya 2 galon, beli satunya Rp 3 ribu, kalau diantar ya harganya Rp 4 ribu. Jadi selama 8 bulan ya beli air galon terus. Disini ada tiga sumur bor, tapi asin semua. Kalau sumur tua yang dari bata ada sekitar lima orang, termasuk saya,” katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan lain diluar memasak dan diminum, warga setempat terpaksa menggunakan air asin yang bersumber dari air sumur bor. Sebab, sumur-sumur tua yang ada juga sudah tidak keluar mata airnya sejak bulan April 2019 sampai sekarang.

“Sekarang kebutuhan sawah mengandalkan air asin, untuk nyirami jagung, kalau untuk nyirami padi ya mati. Tapi ya masih beruntung bisa terbantu dengan adanya air asin, bisa untuk mencuci, dan mandi,” ujarnya.

Joko mengatakan, di Dusun Selokromo terdapat kurang lebih 250 KK. Selama delapan bulan mengalami kekeringan, baru kali ini mendapatkan bantuan air bersih.

“Beru kali ini. Kadang warga sini juga beli fari truk, Rp 60 ribu kira-kira 2500 liter, terus ditandon di sumur. Kalau tidak punya sumur ditandon menggunakan plastik,” pungkasnya.

Sementara, Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan bantuan yang diberikan tersebut untuk meringankan beban warga yang wilayahnya mengalami kekeringan. Menurutnya kegiatan pemberian bantuan akan terus berkelanjutan dan nantinya akan berkoordinasi dengan seluruh Polres jajaran Polda Jateng.

“Nanti kita akan ke daerah-daerah lain juga. Tentunya kita juga akan berkelanjutan dengan Polres juga, dengan Pemda, dengan Pak Kades, nanti kan ada koordinasi untuk efisiensi, sama sama kesana,” katanya.

Hendra menyampaikan telah memetakan daerah-daerah lain yang telah mengalami kekeringan. Menurutnya, setiap tahun diwilayah Jawa Tengah hampir semuanya mengalami kekeringan lantaran sedang musim kemarau.

“Seluruh kabupaten ada kekeringan juga, Wonogiri ada. Semuanya ada. Makanya kita nanti koordinasikan dengan Kapolres untuk meringankan beban masyarakat. Sudah ada delapan kabupaten,” pungkasnya. Adry-she

You Might Also Like

1.106 Mahasiswa Untag Diwisuda, Gubernur Beri Motivasi Lewat Daring
Memuat Unsur Perjudian, Kominfo Putus Akses 15 PSE Game Online
Pocil SD Negeri Bintoro 5 Demak Wakili Polres Demak
Cuaca Ekstrem, Petani Tembakau Resah
Sakit Hati Dipecat, Kakak Beradik Nekat Curi 31 Laptop di Sekolah
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?