PURWODADI (Jatengdaily.com)- Empat Dusun di Kabupaten Purwodadi mendapat pasokan air bersih sebanyak sembilan tangki dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Selasa (17/9/2019). Sebelum mendapat bantuan, daerah tersebut telah mengalami kesulitan air bersih selama dalapan bulan di tahun 2019 ini.
Empat daerah yang mendapat pasokan air bersih adalah Desa Nglobar, mendapat empat tangki. Kemudian Desa Watu Karanganyar, mendapat dua tangki. Keduanya diwilayah Kecamatan Purwodadi. Sedsngkan dua tempat lainnya berada di Kecamatan Grobogan, yakni Desa Grobogan mendapat satu tangki dan di Desa Karangrejo dua tangki.
Warga Dusun Selokromo Desa Nglobar, Joko mengatakan kekeringan ini telah terjadi sejak sekitaran bulan Pebuari sampai September 2019. Menurutnya, kekeringan yang dialami diwilayah tinggalnya terjadi setiap tahun. Namun, tahun ini lebih parah dari tahun 2018 lalu.
“Musim kemarau tahun kemarin mulai sekitar bulan Maret sampai Oktober. Kalau sekarang ini sudah delapan bulan, lebih parah. Ini saja belum tahu kapan nanti akan turun hujan,” ungkapnya saat mengantri pembagian air bersih, di Dusun Selokromo.
Joko mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya warga setempat harus merogoh kocek uang Rp 6 ribu sampai Rp 8 ribu untuk pembelian dua galon air bersih. Air tersebut hanya dipergunakan untuk kebutuhan minum dan keperluan memasak.
“Sehari paling tidak ya 2 galon, beli satunya Rp 3 ribu, kalau diantar ya harganya Rp 4 ribu. Jadi selama 8 bulan ya beli air galon terus. Disini ada tiga sumur bor, tapi asin semua. Kalau sumur tua yang dari bata ada sekitar lima orang, termasuk saya,” katanya.
Sedangkan untuk kebutuhan lain diluar memasak dan diminum, warga setempat terpaksa menggunakan air asin yang bersumber dari air sumur bor. Sebab, sumur-sumur tua yang ada juga sudah tidak keluar mata airnya sejak bulan April 2019 sampai sekarang.
“Sekarang kebutuhan sawah mengandalkan air asin, untuk nyirami jagung, kalau untuk nyirami padi ya mati. Tapi ya masih beruntung bisa terbantu dengan adanya air asin, bisa untuk mencuci, dan mandi,” ujarnya.
Joko mengatakan, di Dusun Selokromo terdapat kurang lebih 250 KK. Selama delapan bulan mengalami kekeringan, baru kali ini mendapatkan bantuan air bersih.
“Beru kali ini. Kadang warga sini juga beli fari truk, Rp 60 ribu kira-kira 2500 liter, terus ditandon di sumur. Kalau tidak punya sumur ditandon menggunakan plastik,” pungkasnya.
Sementara, Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan bantuan yang diberikan tersebut untuk meringankan beban warga yang wilayahnya mengalami kekeringan. Menurutnya kegiatan pemberian bantuan akan terus berkelanjutan dan nantinya akan berkoordinasi dengan seluruh Polres jajaran Polda Jateng.
“Nanti kita akan ke daerah-daerah lain juga. Tentunya kita juga akan berkelanjutan dengan Polres juga, dengan Pemda, dengan Pak Kades, nanti kan ada koordinasi untuk efisiensi, sama sama kesana,” katanya.
Hendra menyampaikan telah memetakan daerah-daerah lain yang telah mengalami kekeringan. Menurutnya, setiap tahun diwilayah Jawa Tengah hampir semuanya mengalami kekeringan lantaran sedang musim kemarau.
“Seluruh kabupaten ada kekeringan juga, Wonogiri ada. Semuanya ada. Makanya kita nanti koordinasikan dengan Kapolres untuk meringankan beban masyarakat. Sudah ada delapan kabupaten,” pungkasnya. Adry-she


