Pelaku pencuri laptop sekolah, bekas tempat mereka bekerja. Foto: wing

SLAWI (Jatengdaily.com) –Lantaran sakit hati dipecat dari pekerjaannya sebagai tukang kebun di sebuah Sekolah, tiga warga Tegal nekat mencuri sejumlah laptop dan barang elektronik lainnya. Dua pelaku di antaranya merupakan kakak beradik.

Ketiga pelaku yang diamankan yakni MR (34), warga Desa Pangkah Kecamatan Pangkah, MI (27) dan DA (21), warga Kelurahan Procot Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Selain ketiga pelaku, petugas juga mengamankan AY (41), warga Desa Tuwel Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal yang diduga menjadi penadah hasil jarahan mereka.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto melalui Wakapolres Kompol Arianto Salkery mengatakan pengungkapan kasus itu bermula dari laporan Kepala SMK Peristek. Sekolah, papar Wakapolres, kehilangan satu unit laptop dari Ruang Laboratorium Komputer.

“Selanjutnya dilakukan pengecekan ke laboratorium lainnya. Ternyata didapati sejumlah laptop, komputer, dan peralatan lainnya juga hilang,” katanya, Kamis (22/8/2019).

Menurut Wakapolres, total barang yang hilang yakni laptop 31 unit, tiga komputer, dua unit proyektor, bor listrik, gerinda duduk, dan peralatan bengkel. Total kerugian dari hilangnya barang-barang tadi ditaksir mencapai Rp 83.000.000.

“Setelah mendapatkan laporan itu, kita melakukan penyelidikan. Sehingga berhasil diamankan tiga pelaku. Kemudian dari hasil pengembangan, ditangkap lagi seorang, yang diduga berperan sebagai penadah,” tegasnya.

Wakapolres menjelaskan modus yang digunakan pelaku yakni mengambil barang-barang itu secara bertahap, ketika sekolah sudah sepi. Sedangkan motifnya, ungkap wakapolres, pelaku nekat melakukannya lantaran sakit hati dipecat dari pekerjaanya sebagai tukang kebun sekolah tersebut.

“Perbuatan itu dilakukan sejak awal Mei hingga Juni lalu. Hasilnya dijual dengan harga bervariasi. Ada yang dijual Rp1.000.000 untuk 13 unit,” imbuhnya.

Salah seorang pelaku, MR mengaku, sakit hati setelah dipecat sebagai tukang kebun. Karenanya, dia bersama kedua pelaku lainnya nekat mengambil barang-barang tersebut.

“Saya sakit hati karena dipecat dari pekerjaan,” jawabnya singkat.

Atas perbuatannya itu, ketiga pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun. Sedangkan seorang pelaku dijerat dengan pasal 480 KUHP. wing-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here