KARANGANYAR (Jatengdaily.com) – Museum purbakala memang identik dengan Sangiran (klaster Krikilan), di Kalijambe Sragen. Padahal sebenarnya di sekitar Sangiran tersebut, terdapat beberapa klaster lain yang tak kalah menakjubkan sebagai situs purbakala.
Salah satunya adalah Museum Dayu yang terletak di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Meskipun berbeda kabupaten, namun letak museum ini dengan Sangiran Krikilan hanya sekitar lima kilometer.
Museum Dayu dulunya berfungsi untuk menampung hasil penelitian lapangan di kawasan cagar budaya Sangiran sebelah selatan, sekaligus juga menjadi tempat base camp untuk para peneliti. Namun sejak 2013 museum ini dibangun dengan konsep lebih modern, sehingga memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Kawasan Desa Dayu memberikan kontribusi dari sekitar 50 persen penemuan fosil homo Erectus dari seluruh dunia yang berasal dari wilayah Sangiran. Foto: Jatengdaily.com/yds
__________________________________________________________

Objek wisata Dayu ini juga sering disebut sebagai kampung purba. Mengingat banyak fosil-fosil purbakala yang ditemukan di desa tersebut. Foto: Jatengdaily.com/yds
_________________________________________________________

Diorama tentang kehidupan manusia purba menjadi museum terlihat lebih modern. Foto Jatengdaily.com/yds
__________________________________________________________

Di museum ini kita bisa melihat contoh lapisan tanah dari 4 zaman dalam rentang masa 100 ribu hingga 1,8 juta tahun silam. Foto: Jatengdaily.com/yds
__________________________________________________________

Museum Dayu layak menjadi tujuan wisata edukasi dan sumber ilmu pengetahuan tentang masa lalu Foto: Jatengdaily.com/yds


