FOTO: Lampion Imlek Solo – Kebersamaan dalam Keberagaman

0
340
Sebanyak 5000 lampion dipasang mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Gede hingga Jalan Urip Sumoharjo. Lampion dinyalakan sejak 15 Januari hingga 15 Februari mendatang. Foto: yanuar

SOLO (Jatengdaily.com) – Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada Sabtu (25/1/2020) merupakan perayaan terpenting warga Tionghoa. Tak terkecuali di Kota Solo, perayaan itu bahkan digelar sejak Rabu (15/1/2020) lalu dengan acara Solo Imlek Festival.

Beragam kegiatan mewarnai perayaan Imlek di Solo, mulai dari bazar, pemasangan lampion di kawasan Pasar Gede, donor darah, Grebeg Sudiro, lomba fotografi sampai kegiatan perayaan Cap Go Meh pada 8 Februari 2020 mendatang.

Di antara rangkaian menyambut Imlek di Solo, pemasangan dan penyalaan lampion di kawasan Pasar Gede menjadi pusat kemeriahaan. Di sini bukan hanya warga Tionghoa, namun beragam etnis dan daerah bersama-sama memeriahkan Imlek dengan memadati areal lampion setiap hari. Membuktikan kebersamaan dalam keberagaman yang senantiasa terjalin di sini.

Setiap hari kawasan Pasar Gede Solo padat pengunjung untuk melihat lampion. Permainan warna lampion tahun ini membuat lebih instragamable sehingga jadi buruan selfie. Foto: yanuar


Pendar cahaya lampion membuat kawasan Pasar Gede Solo seperti China Town. Momen tahunan inilah yang dijadikan warga baik dari Solo maupun luar kota untuk berwisata. Foto: yanuar


Kawasan tugu jam depan Pasar Gede menjadi pusat keramaian pengunjung karena terpasang lampion unik berwarna-warni dan jumlahnya lebih banyak dibanding titik lain. Foto: yanuar


Banyaknya lampion yang dipasang serta dinyalakan sebulan penuh, biayanya pun tak sedikit. Dibutuhkan Rp 70 juta untuk kemeriahan lampion di kawasan Pasar Gede ini dengan kebutuhan listrik sekitar 55 ribu watt. Foto: yanuar


Pengunjung juga menjadikan Klenteng Tien Kok Sie di depan Pasar Gede untuk latar objek swafoto maupun foto bersamanya. Klenteng ini konon dibangun tahun 1748 atau tiga tahun setelah berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta tahun 1745. Foto: yanuar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here