By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: FOTO: Gamelan Sekaten Solo Ditabuh Sepekan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Foto

FOTO: Gamelan Sekaten Solo Ditabuh Sepekan

Last updated: 3 November 2019 18:41 18:41
Jatengdaily.com
Published: 3 November 2019 17:29
Share
Gamelan Kiai Guntur Sari dan Kiai Guntur Madu ditabuh di Bangsal Pradogo Masjid Agung Surakarta sebagai penanda perayaan Sekaten. Sebelum ditabuh, gamelan dikirab dari Keraton Kasunanan menuju Masjid Agung Solo yang berjarak sekitar 500 meter. Foto: yds
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com) – Gamelan Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari milik Keraton Kasunanan Surakarta, mulai ditabuh atau dibunyikan Jumat (1/11/2019). Ini menjadi tanda dimulainya perayaan Sekaten di Solo.

Sekaten merupakan rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang rutin digelar Keraton Solo tiap tahun. Bersamaan dengan ditabuhnya gamelan, juga digelar pasar malam, dan puncaknya Gunungan Mauludan pada Sabtu (9/11/2019).

Gamelan Sekaten ini ditabuh selama seminggu hingga Sabtu (9/11/2019), saat puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam sepekan ini gamelan ditabuh nonstop secara bergantian antara Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari. Kedua perangkat gamelan ini ditempatkan di Bangsal Pardogo bagin utara dan selatan. Foto: yds


Tradisi tabuhan gamelan Sekaten ini sudah dilakukan sejak zaman dulu. Menabuh gamelan Sekaten merupakan bentuk pelestarian budaya yang dipopulerkan oleh Wali Songo dalam syiar agama. Foto: yds


Hingga kini masyarakat masih antusias untuk menyaksikan dan mendengarkan alunan gendhing-gendhing jawa dari gamelan keraton tersebut. Biasanya orang-orang mendengarkan gendhing tersebut sambil mengunyah kinang. Mereka mempunyai maksud selalu mendapat rahmat Tuhan agar panjang umur, semoga tahun depan bisa datang lagi ke sekaten lagi. Sehingga di sekitar lokasi tabuhan gamelan banyak orang berjualan kinang yang terdiri daun sirih, injet, gambir, tembakau dan bunga kantil. Foto: yds


Di sekitar lokasi dibunyikannya gamelan juga banyak orang berjualan pecut. Ini merupakan mainan tradisional selalu ada setiap pergelaran Sekaten. Pecut ini biasa digunakan untuk angon (menggembala hewan ternak). Namun di sini pecut mempunyai makan memberi dorongan, penggerak semangat. Foto: yds


You Might Also Like

FOTO: Fenomena Tahunan, Desa Ditenggelamkan Waduk Muncul Lagi
FOTO: Sisa Jalur KA Betal di Dasar Waduk Gajah Mungkur
FOTO: Bendung Colo, dari Irigasi, Pengendali Banjir hingga Objek Wisata
FOTO: Gunungan, Puncak Perayaan Sekaten Solo
FOTO: Saat Petani Perang Lawan Tikus dan Burung
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?