By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Generasi Muda Mulai Lupakan Nilai Luhur Budaya
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Generasi Muda Mulai Lupakan Nilai Luhur Budaya

Last updated: 23 Agustus 2019 18:23 18:23
Jatengdaily.com
Published: 23 Agustus 2019 18:20
Share
Raharjo Budi Kisnanto
SHARE

UNGARAN (Jatengdaily.com) –  Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa, Raharjo Budi Kisnanto mengungkapkan adanya pegnaruh budaya luar di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini semakin mencemaskan. Sebab generasi muda yang semestinya menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa sendiri justru sudah banyak yang melupakannya, bahkan ada yang mulai terjebak dalam pengaruh faham luar seperti radikalisme.

‘’Tahun 2017 ada lima warga Kabupaten Semarang yang ditangani Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror akibat terlibat gerakan radikalisme, kemudian tahun 2018  terdapat 10 orang. Sedangkan tahun 2019, mulai Januari hingga Agustus sudah ada 18 warga Kabupaten Semarang yang harus berurusan Densus 88 Antiteror,’’ ungkap Raharjo di acara Gelar Seni Budaya Daerah dalam rangka Merti Budaya Nusantara yang digelar Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Kamis (22/8/2019) malam.

Rahajo mengajak seluruh elemen masyarakat termsuk para generasi penerus bangsa untuk kembali mempelajari nilai-nilai luhur budaya asli Indonesia yang diwariskan para pendahulu bangsa ini. Karena disaat banyak orang asing yang datang ke Indonesia untuk mempelajari budaya Indonesia, justru generasi muda melupakan budaya bangsanya sendiri.

‘’Mengapa anak-anak bangsa kita justru melupakan budaya sendiri yang telah diwariskan para wali, nenek moyang dan para pemikir pendahulu bangsa ini. Mari kita hidupkan  kembali budaya asli nusantara, budaya asli bangsa Indonesia agar tidak luntur dan tidak terdegradasi oleh jaman yang semakin maju dan modern,’’ tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan kegiatan Merti Budaya Nusantara bisa dijadikan momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya sendiri serta nilai- nilai persatuan bangsa. ‘’Bangsa Indonesia terbentuk oleh keberagaman dan kebhinekaan, tapi sudah disepakati semuanya menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisah- pisahkan,’’ tandasnya.

Bondan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Semarang untuk saling memperkuat nasionalisme serta persatuan dan kesatuan. Selain itu saling menjaga kerukunan baik antarsuku, agama maupun golongan. ‘’Kalau seluruh elemen masyarakat melakukan itu maka bangsa ini akan menjadi semakin kuat,’’ tegasnya. rus–st

You Might Also Like

Ce-MEBSA Undip Jadi Mitra Konferensi Internasional The 8th ICFN 2025, Bahas Sistem Pangan Global Berkelanjutan
Penanganan Banjir Rob Demak Diusulkan Masuk Skala Prioritas
Minta Aparat Usut Tuntas, Mbak Ita Ingin Pelaku Kekerasan Seksual di Kemijen Dituntut Seberat-beratnya
Tujuh Hari Pencarian, Seorang Nelayan Asal Kebumen Berhasil Ditemukan Tim SAR
Rentan Eksploitasi, ABK di Kapal Asing Butuh Perlindungan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?