By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Hadapi Dokter Asing, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Harus Update
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hadapi Dokter Asing, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Harus Update

Last updated: 5 Mei 2019 15:46 15:46
Jatengdaily.com
Published: 5 Mei 2019 13:51
Share
Pelantikan pengurus PAPDI Cabang Semarang, periode 2018-2021. Foto: ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Era diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lalu lintas tenaga kerja juga makin menglobal. Tenaga kerja asing bisa bekerja di Indonesia, sebaliknya, tenaga kerja Indonesia berpeluang bekerja di luar negeri.

Begitu juga dengan keberadaan dokter Indonesia, diharapkan harus bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri, jangan kalah dalam menghadapi serbuan dokter asing atau dari luar negeri. Dokter spesialis penyakit dalam harus selalu update ilmu dan meningkatkan kompetensi. ”Ini untuk menghadapi serbuan masuknya dakter asing,” jelas Ketua Pengurus Besar (PB) Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr Sally Aman Nasution SpPD KKV FINASIM FACP, Minggu (5/5/2019).

Dia mengatakan hal itu saat Pelantikan pengurus PAPDI Cabang Semarang, periode 2018-2021, oleh Pengurus Besar PAPDI, di Hotel Gumaya. Terpilih sebagai Ketua PAPDI Cabang Semarang adalah Dr dr Hery Djagat Prnomo SPPD KGEH FINASIM.

Untuk menyikapi kondisi ini, regulasi Kementerian Kesehatan dan Konsil Kedokteran Indonesia membuat kesepakatan, bagi dokter asing yang akan buka praktik di Indonesia, tidak boleh di tempat yang sudah ada dokter dari Indonesia.

”Kami mendistribusikan dokter spesialis penyakit dalam dengan persebaran merata, hampir di seluruh Indonesia. Langkah lain, adalah mendorong dokter spesialis penyakit dalam selalu update ilmu untuk meningkatkan kompetensi kemampuan,” jelasnya.

Ada 15 tempat pendidikan spesialis penyakit dalam se-Indonesia. Sedangkan jumlah dokter spesialis penyakit dalam di Indonesia mencapai 4.200 orang dengan 38 cabang PAPDI seluruh Indonesia.

dr Hery Djagat Purnomo mengatakan, saat ini sejumlah penyakit dalam di Indonesia butuh perhatian khusus. Mulai dari jantung, diabetes, ginjal, stroke, hepatitis dan lainnya, yang menyebabkan kematian.

Lahirnya PAPDI sebagai bentuk upaya para dokter spesialis untuk memberi layanan kesehatan kepada masyarakat. ”Oleh karena itu bersama-sama asosiasi ini bisa bekerja baik untuk masyarakat,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas dokter spesialis, acara pelantikan juga dibarengi dengan kegiatan seminar atau workshop untuk sharing update ilmu di bidang kedokteran, khususnya penyakit dalam.

Hadir juga Ketua IDI Jateng dr Djoko Handojo, Ketua IDI Kota Semarang dr Elang Sumambar. Turut dilantik, Sekretaris PAPDI dr Zulfahmi Wahab SpPD FINASIM dan Wakil Sekretaris PAPDI Cabang Semarang dr Didik Indiarso SpPD KGEH. she

You Might Also Like

PSIS Anggap Hukuman Pemain Persebaya Terlalu Ringan
Satlantas Polrestabes Semarang Cek Jalur yang akan Dilalui Presiden Besok
Naik Kelas Berkat Digitalisasi, Telkom Apresiasi UMKM Naung Songket
Toleransi, Kunci Hidup Rukun di Antara Perbedaan
Bruno Silva Pertajam Lini Depan PSIS Vs Persebaya
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?