SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dalam mensinergikan program pusat, provinsi dan daerah, Gubernur Jateng diharapkan untuk melibatkan perempuan.
Termasuk mendorong setiap kepala daerah untuk membuat kebijakan-kebijakan yang mengakomodasi kepentingan perempuan. Demikian dikatakan oleh aktivis perempuan Ida Budiati SH MHum dalam Media Gathering tentang perlindungan perempuan menyongsong Kongres Perempuan Jateng I, yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng, Selasa dan Rabu (5-6/11/2019).
Menyikapi kondisi ini, maka untuk memajukan kondisi perempuan di Jateng, butuh perhatian dan penanganan khusus. Termasuk mengajak para perempuan untuk berdialog. Dan menyikapi akan digelarnya Kongres Perempuan Jawa Tengah I, dia menyambut positif.
Sebab, diharapkan lewat Kongres ini akan diperoleh kebijakan-kebijakan yang pro perempuan. Hal ini juga tak terlepas dari visi dan misi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang beberapa variabelnya, intinya bertujuan mensejahterakan perempuan.
Kabid Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng, Sri Dewi Indrajati mengatakan Kongres Perempuan Jateng I akan digelar 25 dan 26 November bulan ini. Diharapkan, akan dihasilkan sejumlah kebijakan untuk kesejahteraan perempuan. Akan hadir sejumlah narasumber dalam kongres yang direncanakan dibuka oleh gubenur itu.
Diantaranya, Ketua DPR Puan Maharani, Istri Gubernur Jateng Siti Atikoh Supriyanti, Anggota DPD RI asal Jateng Denty Eka Widi Pratiwi, Anggota DPR Agsutina Wilujeng dan sejumlah nara sumber lain. Bahkan nantinya, hasil rekomendasi akan dibawa ke tingkat nasional.
Tujuan kongres adalah untuk merumuskan tentang perlindungan dan hak bagi perempuan, untuk sejumlah lini, baik itu politik, ekonomi, pendidikan, dan lainnya. She
0



