Jelang Idul Adha, Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Diintensifkan

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Menjelang Idul Adha 2019, Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan Kabupaten Semarang akan mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban terutama hewan dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten Semarang. Langkah ini sebagai antisipasi kemungkinan adanya hewan kurban yang terjangkit penyakit masuk ke wilayah Bumi Serasi.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan Kabupaten Semarang, Wigati Sunu mengatakan pihaknya sudah menugasi dan membekali pengetahuan terbaru kepada petugas di masing-masing UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Pemeriksaan akan dilakukan di enam Puskeswan, yakni Puskeswan Tegalwaton Tengaran, Karangjati Bergas, Getasan, Kaliwungu, Bancak, dan di Puskeswan Ketapang Kecamatan Susukan.

‘’Kami akan berupaya semaksimal mungkin memeriksa hewan kurban yang berasal dari luar daerah. Melalui pemeriksaan kesehatan di sejumlah puskeswan guna mengantisipasi adanya hewan ternak di Kabupaten Semarang yang terinfeksi bakteri dan mikroba tertentu termasuk penyakit antraks,’’ tandas Sunu, Minggu (14/7/2019).

Sunu menjelaskan, sesuai regulasi seluruh hewan kurban yang masuk ke Kabupaten Semarang wajib memiliki atau mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari instansi terkait. Karena itu menyangkut kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet).

‘’ Beberapa kriteria untuk hewan kurban seperti sehat, jantan, cukup umur, hingga tidak cacat harus dipenuhi oleh masyarakat. Kriteria ini harus diperhatikan saat membeli hewan kurban,’’ jelasnya.

Sunu mengungkapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi tentang tata cara penyembelihan hewan kurban hingga bagaimana memilih calon hewan kurban yang sehat. Sosialisasi tersebut akan melibatkan modin dan takmir masjid se-Kabupaten Semarang.

‘’Dalam penyembelihan hewan kurban harus memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan ruminansia. Termasuk bagaimana cara perebahan hewan kurban sebelum disembelih,’’ katanya.
Sunu menandaskan, penyembelihan hewan di rumah pemotongan hewan (RPH) lebih aman. Karena akan dicek kelengkapan surat-suratnya.

‘’Berbeda penyembelihannya di tempat umum, namun itu sudah kita antisipasi semua. Kami minta masyarakat jangan membeli dan menyembelih hewan ternak betina produktif,’’ tandasnya.

Terkait antisipasi penyakit antraks, Sunu menyatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap hewan maupun wilayah yang dimungkinkan kedatangan hewan yang terinfeksi. Namun sejauh ini di Kabupaten Semarang tidak ada hewan yang terjangkit antraks, kendati dulu pernah ditemukan kasus antraks di Kecamatan Tengaran.

‘’Wilayah endemis antraks di Tengaran terus kita awasi, bahkan di semua wilayah kita monitor terus,’’ imbuhnya. rus-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here