By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jerami Berlimpah, Petani Dilatih Bikin Pupuk Organik
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jerami Berlimpah, Petani Dilatih Bikin Pupuk Organik

Last updated: 2 Juli 2019 18:09 18:09
Jatengdaily.com
Published: 2 Juli 2019 17:59
Share
Petugas penyuluh dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak saat melatih petani membuat pupuk alami atau organik berbahan jerami sebagai upaya menyiasati limbah panen yang berlimpah. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Menjelang panen raya padi, tumpukan jerami mulai bersimpah di areal persawahan. Bahkan tak hanya dibiarkan memggunung, tak sedikit petani membakarnya berharap abu yang tersisa cepat terserap kembali ke tanah sebagai pupuk organik.

Namun alih-alih menyuburkan lahan sawah, asap yang ditimbulkan justru berubah polusi udara. Tak hanya menyebabkan sesak nafas penduduk pemukiman sekitar sawah, tak jarang asap putih tebalnya bahkan mengarah ke jalan raya sehingga membatasi jarak pandang para pengendara motor atau pun pengemudi mobil. Hingga jika tak hati-hati, berakhir dengan kecelakaan lalulintas.

Sehubungan itu lah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak memberi pelatihan petani cara membuat pupuk organik berbahan jerami arau ‘damen’. Berharap tak hanya mengurangi polusi udara, namun sekaligus mengembalikan unsur hara tanah sehingga kembali subur untuk ditanami.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak H Wibowo didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Heri Wuryanto menjelaskan, petani beranggapan unsur hara pada abu jerami padi lebih cepat masuk ke tanah dan terserap oleh tanaman daripada jerami hanya dibenamkan utuh. “Sedangkan pembakaran jerami sebenarnya justru menyebabkan berkurangnya kandungan unsur hara jerami tersebut,” ujarnya, Selasa (2/7/2019).

Lebih lanjut disampaikan, jerami memiliki kandungan Si, K, P2O5, dan N. Jika jerami tersebut dibakar, maka akan mengurangi kandungan hara secara kuantitatif yang terkandung pada jerami padi.

Di sisi lain, hilangnya unsur hara tanah tanpa diiringi pengembalian unsur-unsur hara yang hilang mengakibatkan penurunan tingkat kesuburan tanah dan berdampak pada penurunan produktivitas tanaman. “Maka pada lahan sawah, sebaiknya jerami padi langsung dibenamkan tanpa perlu dibakar,” ujarnya.

Atau jika jerami limbah panen sangat melimpah, lanjut Heri Wuryanto, petani dapat mengolahnya menjadi pupuk kompos. Bahkan tak hanya untuk menyuburkan padi di sawah, pupuk organik berbahan jerami bisa pula untuk memupuk tanaman kebun seperti buah dan sayuran.

“Caranya pembuatan kompos jerami sangat mudah. Dengan bahan penunjang tersedia di sekitar persawahan dan peralatan sederhana seperyi dekomposer, pupuk organik jerami siap ditaburkan tiga minggu atau 21 hari setelah masa permentasi sederhana,” pungkasnnya. rie-yds

You Might Also Like

COVID-19 Naik, Dompet Dhuafa Aktifkan Lagi Crisis Center
Jembatan Wonokerto di Jalur Semarang-Demak Dibongkar, Polres Demak Rekayasa Lalu Lintas
9 Pelaku Premanisme di Solo Ditangkap, Pelaku Lain Diburu
Pemprov Jateng Perbanyak Pompa, Keringkan Rob Jalan Pantura Demak
Persiapan Infrastruktur IKN Berlanjut, ASN Mulai Pindah pada 2025
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?