Karakter Antikorupsi Bisa Dibentuk Sejak Dini

Quatly Abdulkadir Alkatiri . Foto: ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri mengatakan bahwa karakter antikorupsi dapat dibentuk sejak usia dini. Penanaman karakter ini tentunya memerlukan peran keluarga di rumah maupun di sekolah.

Quatly menjelaskan bahwa penanaman karakter dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Misalnya, mengembalikan uang kembalian jajan atau belanja. Ini berarti membiasakan anak agar tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya. Di samping itu dapat juga dibiasakan agar anak, berani mengakui kesalahan, yang berarti mengajarkan nilai kejujuran.

“Yang penting adalah pembiasaan, karakter dibentuk dari sebuah kebiasaan. Dan nilai-nilai ini akan terbawa sampai mereka dewasa.” Jelas Quatly.

Quatly menambahkan peran guru di sekolah juga penting. Guru dapat memberikan teladan dengan cara tidak terlambat hadir ke sekolah, adil pada semua murid, menanamkan nilai kejujuran, tidak membiarkan murid menyontek dan lain sebagainya.

Menurut Quatly yang tak kalah penting adalah penanaman nilai-nilai spiritual, agar minimal timbul rasa khawatir ketika akan melakukan perbuatan yang dilarang oleh agamanya dan dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk.

“Pendidikan formal penting, tapi sisi spiritualitas juga harus juga disentuh” Singkatnya.

Ketika disinggung mengenai upaya pencegahan di kalangan Anggota Dewan, Quatly mengatakan bahwa transparansi menjadi kunci upaya pencegahan tersebut.

“Anggota Dewan diminta terbuka mengenai agenda-agenda kegiatan resminya. Kita harus memastikan kegiatannya ada, jangan sampai fiktif. Kami juga memastikan hak-hak anggota tersampaikan dengan baik,” jelasnya.

Di samping itu, Anggota Dewan juga selalu diingatkan bahwa pengabdian pada masyarakat menjadi hal yang utama bagi wakil rakyat, bukan kepentingan dirinya maupun golongan tertentu. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here