By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Karakter Antikorupsi Bisa Dibentuk Sejak Dini
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Karakter Antikorupsi Bisa Dibentuk Sejak Dini

Jatengdaily.com
Published: 9 Desember 2019 19:32
Share
Quatly Abdulkadir Alkatiri . Foto: ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri mengatakan bahwa karakter antikorupsi dapat dibentuk sejak usia dini. Penanaman karakter ini tentunya memerlukan peran keluarga di rumah maupun di sekolah.

Quatly menjelaskan bahwa penanaman karakter dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Misalnya, mengembalikan uang kembalian jajan atau belanja. Ini berarti membiasakan anak agar tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya. Di samping itu dapat juga dibiasakan agar anak, berani mengakui kesalahan, yang berarti mengajarkan nilai kejujuran.

“Yang penting adalah pembiasaan, karakter dibentuk dari sebuah kebiasaan. Dan nilai-nilai ini akan terbawa sampai mereka dewasa.” Jelas Quatly.

Quatly menambahkan peran guru di sekolah juga penting. Guru dapat memberikan teladan dengan cara tidak terlambat hadir ke sekolah, adil pada semua murid, menanamkan nilai kejujuran, tidak membiarkan murid menyontek dan lain sebagainya.

Menurut Quatly yang tak kalah penting adalah penanaman nilai-nilai spiritual, agar minimal timbul rasa khawatir ketika akan melakukan perbuatan yang dilarang oleh agamanya dan dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk.

“Pendidikan formal penting, tapi sisi spiritualitas juga harus juga disentuh” Singkatnya.

Ketika disinggung mengenai upaya pencegahan di kalangan Anggota Dewan, Quatly mengatakan bahwa transparansi menjadi kunci upaya pencegahan tersebut.

“Anggota Dewan diminta terbuka mengenai agenda-agenda kegiatan resminya. Kita harus memastikan kegiatannya ada, jangan sampai fiktif. Kami juga memastikan hak-hak anggota tersampaikan dengan baik,” jelasnya.

Di samping itu, Anggota Dewan juga selalu diingatkan bahwa pengabdian pada masyarakat menjadi hal yang utama bagi wakil rakyat, bukan kepentingan dirinya maupun golongan tertentu. yds

You Might Also Like

Liga 1, PSIS Unggul dari Arema 4-1
Minimalisir Potensi Masalah Sengketa Hasil, Permasalahan Tungsura Diselesaikan di TPS
Tingkatkan Ketahanan Pangan, Petani Demak Pelatihan ke BBPP
Istri Capres Ganjar Bagikan Momen ‘Carbo Loading’ Sebelum Full Marathon 42 KM
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Persiapkan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2023
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?