in

Karut Marut Zonasi PPDB jadi Rekomendasi Rakernas Apeksi

PENUTUPAN APEKSI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Ketua Dewan Pengurus Apeksi Airin Rachmi Diany berpose di photobooth usai penutupan Rakernas Apeksi XIV di Po Hotel Semarang, Kamis (4/7). Foto:Ugl

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Karut marut pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi menjadi perhatian penting Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XIV. Salah satu topik yang sedang hangat mengenai zonasi PPDB dan menjadi persoalan di banyak daerah dinilai sangat krusial untuk ditinjau ulang.

Ketua Dewan Pengurus Apeksi Airin Rachmi Diany mengungkapkan, banyak masukan dari pemerintah kota dalam rakernas yang mengeluhkan mengenai zonasi dalam PPDB yang menjadi kisruh di daerah.

”Salah satu catatan soal zonasi akan disampaikan ke pemerintah pusat supaya ke depan bisa menjadi salah satu solusi bagi penerimaan PPDB di daerah. Perlu di[perhitungkan tidak hanya jarak saja tetapi kombinasi dengan nilai, prestasi dan kuota,” terang Airin usai penutupan Rakernas di Po Hotel Semarang, Kamis (4/7).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menilai, rekomendasi mengenai PPDB yang akan disampaikan ke pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk penerimaan siswa yang lebih baik ke depannya.

”Soal zonasi memang sudah jadi kewenangan pusat ya kita jalankan dengan baik. Tapi mungkin menteri lupa kalau masyarakatnya ini komplainnya kepada wali kota jadi harapan kami semua mudah-mudahan bisa ditanggapi dengan cepat agar tidak terjadi masalah lagi,” papar Hendi.

Ditambahkan Airin, rakernas ini juga mendiskusikan banyak hal seperti misalnya postur anggaran, pegawai kontrak, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan lainnya termasuk juga dana kelurahan.

”Kami juga bahas juklak/juknis bidang pendidikan/kesehatan soal rujukan misalnya, bagaimana menggerakkan dunia investasi, dana corporate social responsibility (CSR) lalu insentif dan masih banyak lagi untuk kemajuan kota. Ada 98 kota dan kita harus maju bersama saling berkolaborasi tidak mungkin daerah bisa berdiri sendiri,” terang Airin. Tangerang Selatan sendiri diputuskan akan menjadi tuan rumah pada kegiatan Apeksi tahun 2020 dan diharapkan bisa meniru kesuksesan Kota Semarang dalam penyelenggaraannya saat ini.

Meskipun Rakernas Apeksi ini sudah selesai, namun berbagai rangkaian kegiatan yang menyertai seperti Indonesia City Expo (ICE) yang berlangsung di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang masih bisa dikunjungi oleh perwakilan daerah dan masyarakat umum. Berbagai potensi kota hingga pameran produk UMKM, kuliner khas dipamerkan di satu tempat hingga Sabtu (6/7) malam. Berbagai atraksi budaya juga akan mewarnai perhelatan yang diikuti oleh lebih dari 90 kota di Indonesia ini. Ugl–st

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Kemenag Kabupaten Semarang Beri Pembekalan Karu dan Karo Calon Haji

Harga Tiket PSIS Lawan Persela Turun