By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kekeringan Kian Parah, Lahan Pertanian Dibiarkan Bero
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kekeringan Kian Parah, Lahan Pertanian Dibiarkan Bero

Last updated: 31 Oktober 2019 16:13 16:13
Jatengdaily.com
Published: 31 Oktober 2019 16:13
Share
Lahan pertanian yang dibiarkan bero atau tak ditanami akibat kekeringan di Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Foto: yds
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Hujan yang tak kunjung turun membuat warga khususnya para petani harus bersabar untuk menanam padi. Sebagian besar warga kini membiarkan lahan pertaniannya bero alias tak ditanamai.

Seperti yang dilakukan para petani di daerah Ngemplak Boyolali, Jawa Tengah. Petani setempat membiarkan lahannya bero, sejak dua bulan terakhir setelah masa panen.

“Biasanya bulan-bulan Oktober petani bisa menanam lagi. Tapi karena sama sekali tak ada hujan, makan lahan dibiarkan bero saja, sambil menunggu hujan,” kata Sukir, seorang petani.

Kekeringan parah juga dirasakan warga Andong maupun Juwangi Boyolali. Menurut Jarkoni, warga Andong, sekarang harus membeli air untuk bisa memenuhi kebutuhan.

Selain itu juga mengharapkan bantuan air bersih. “Kekeringannya tahun ini parah. Pernah hujan, tapi cuma sekali atau dua kali dan itu belum bisa membantu kebutuhan warga,” katanya.

Puluhan desa di sejumlah Kecamatan di Boyolali memang terdampak kekeringan tahun ini. Di Kecamatan Wonosamodro merupakan daerah kekeringan yang terparah sehingga masyarakat banyak memerlukan bantuan air bersih.

Ada sebanyak 8 desa di wilayah kecamatan ini masih membutuhkan bantuan dropping air bersih selama musim kemarau ini. Di antaranya Desa Girirejo, Bercak, Gunungsari, Bengle, Garangan, Kalinanas, Repaking, dan Jatilawang.

Sembilan desa lain yang terkena dampak dari musim kemarau panjang saat ini, yakni Bojong, Guwo, Bandung, Gosono, Kedungpilang, Karangjati, Kauman, Banyusri, dan Bolo, dan daerah ini sudah mendapat bantuan air bersih dari BPBD setempat. yds

You Might Also Like

Viral Bayi Dilaporkan Hilang di Pati, Ternyata Dibunuh Ayah Kandung
Pemerintah akan Gelontorkan Rp15 Triliun untuk Cetak Sawah
Mahasiswa dan Dosen Teknologi Rekayasa Otomasi Sekolah Vokasi Undip Mengikuti Pelatihan Sistem Otomasi Industri
BNN Jateng Dalami Kasus Narkoba yang Jerat Anggota DPRD Pekalongan
Wardah Beauty Semarang Selenggarakan Beauty Class untuk SMK N 1 Cepu
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?