Komunitas Pencinta Anjing dan Kucing Salatiga (KPAKS) menggelar aksi penolakan terhadap penjualan dan konsumsi anjing. Foto: adry

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Komunitas Pencinta Anjing dan Kucing Salatiga (KPAKS) menggelar aksi penolakan terhadap penjualan dan konsumsi hewan tersebut. Mereka membawa berbagai tulisan untuk menyuarakan aspirasinya.

Menurut mereka, anjing dan kucing adalah hewan yang bisa menjadi sahabat masyarakat. Koordinator KPAKS, Wawan Setiawan mengatakan saat ini peredaran dan penjualan daging anjing untuk konsumsi sudah sangat mengkhawatirkan. “Indikasinya adalah terus bermunculannya penjual daging anjing atau yang biasa dikenal dengan istilah RW di berbagai sudut kota Salatiga,” jelasnya di Selasar Kartini Salatiga, Minggu (8/12/2019).

Wawan mengungkapkan daging anjing secara kesehatan tidak layak dikonsumsi karena anjing sejatinya bukanlah binatang konsumsi. Karena selain proses penyembelihannya yang terlampau sadis, anjing juga rawan terkena rabies. “Jadi pemakan daging anjing bisa mengalami gangguan kesehatan. Di antaranya antraks, leptospirosis, dan lainnya. Ini berbahaya,” jelasnya.

Dia berharap agar Pemerintah Kota Salatiga mengeluarkan aturan yang tegas terhadap peredaran daging anjing. Menurut Wawan, langkap pelarangan peredaran daging anjing harus didukung. Apalagi menurut data dari Dog Meat Free Indonesia, Salatiga termasuk kota di Jawa Tengah yang tingkat konsumsi daging anjingnya terbesar selain di Solo, Sragen, Karanganyar, dan Semarang.

Anggota KPAKS, Melano Adiguna mengungkapkan modus lain penjualan daging anjing dan kucing. “Selain dijual langsung dalam bentuk RW, daging anjing dan kucing disamarkan saat ada pembeli rica biawak. Jadi daging itu dicampur dan kepada pembeli dikatakan rica biawak,” ungkapnya.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Salatiga, Aslinda Afiyanti, mengaku prihatin dengan data dari Dog Meat Free Indonesia (DMFI) tersebut. “Saya menolak peredaran daging anjing untuk konsumsi. Nanti akan komunikasi dengan dinas terkait mengenai hal ini,” paparnya. Adry-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here