PEMALANG (Jatengdaily.com)- Wilayah kecamatan Pulosari, Pemalang, yang terdiri dari 12 desa sejak musim kemarau mengalami krisis air bersih. Hal ini seolah sudah menjadi agenda tahunan.
Pasalnya ribuan warga yang tinggal di lereng Gunung Slamet ini, selama ini hanya mengandalkan air hujan dan sejumlah sumber mata air. Sedangkan jika memasuki musim kemarau pasti mengalami krisis air bersih karena semua sumber mata air yang ada mengering tak mampu menyimpan air disaat musim kemarau.
Ropah salah satu warga Desa Gambuhan menuturkan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari terpaksa membeli air yang banyak di jual para pedagang musiman, satu Torn (penampung air) seharga Rp 60 ribu dan hanya cukup untuk keperluan satu minggu mencuci dan minum saja.
Namun kali ini mereka bisa sedikit lega dengan adanya bantuan droping air bersih dari Ershi (Dikmaba Polri 2001 Angkatan ke 20, Polres Pemalang)
Sebanyak empat tangki dengan kapasitas 5.000 liter per tangkinya, gratis cuma-cuma dibagikan ke sejumlah warga yang sangat membutuhkan air bersih di Kecamatan Pulosari.
Aipda Marjoko selaku sekretaris Ershi megatakan kegiatan ini dilakukan sebagai wujud peduli membantu saudara saudara kita yang sedang dilanda krisis air bersih di lereng Gunung Slamett. ”Harapanya bantuan air bersih ini bisa sedikit meringankan beban hidup mereka sepanjang musim kemarau ini,” ungkapnya. wing-she
0



