By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Krisis Air Bersih, Warga Bergantung Dropping Air
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Krisis Air Bersih, Warga Bergantung Dropping Air

Last updated: 3 Juli 2019 18:20 18:20
Jatengdaily.com
Published: 3 Juli 2019 16:13
Share
Krisis air bersih, warga berebut dropping air. Foto: wing
SHARE

SLAWI (Jatengdaily.com)– Musim kemarau yang datang mulai berdampak di Pantura Kabupaten Tegal, dan mengakibatkan krisis air bersih kian meluas. Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal pun mulai merasakan sulitnya mengkonsumsi air bersih.

Guna mengantisipasi kondisinya semakin parah, PMI Kabupaten Tegal terus menggelontorkan bantuan air bersih untuk warga. Tidaklah mengherankan saat truk tangki air datang, selalu dikerumuni dan diserbu warga, untuk mengantre giliran mendapatkan jatah air bersih.

Ramunah, salah seorang warga, mengatakan sudah hampir empat bulan terakhir terpaksa menggunakan air sungai yang ditampung dalam wadah besar. Air sungai itu selanjutnya digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, dan memasak.

“Untuk memasak pakai air sungai. Kadang juga minta tetangga kanan kiri yang punya air,” katanya.

Menurut Ramunah, sebagian warga membeli air bersih dari pengecer seharga Rp 3.500,00 per jeriken kecil. Kalau tidak mampu, papar dia, hanya bisa mengandalkan bantuan dari para tetangganya.

Sementara itu, Kepala Dusun 04 Loh Dadi Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Taryoni mengatakan saat ini ada tiga rukun tetangga (RT) di wilayahnya yang mulai mengalami krisis air bersih. Menurut dia, jumlahnya ada sekitar 150 KK yang berada di RT 8, 9, dan 10. wing-she

You Might Also Like

Demak Zona Merah COVID-19, Seluruh Objek Wisata Ditutup
Poster Antibullying dari Desa Belor: Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Anak SD
SIG dan Pemkab Gresik Bersinergi Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif dari Sampah
Penyembelihan Hewan Kurban di MAJT Dipantau Mahasiswa dan Tim Disnakkeswan
Telkom Dukung Digitalisasi Pertamina Hulu Rokan, Sediakan Pelatihan Secara Virtual
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?