Para anggota JBT berfoto bersama usai menggelar touring dan bakti sosial baru-baru ini. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Berawal dari kesamaan profesi dan kebutuhan akan informasi seputar kendaraan roda dua, berlanjut dengan pertemuan dan berbagai aktivitas bersama, maka terbentuklah komunitas yang dinamakan Jawa Tengah Bikers Community (JBT).

Salah satu pengurus Budi Kristiana mengatakan, JBT adalah komunitas otomotif roda dua yang beranggotakan ASN di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah setempat, BUMN, hingga BUMD dan didirikan pada tanggal 9 Maret 2019 atas prakarsa dari para ASN di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Sampai dengan saat ini jumlah total anggota yang terdaftar di Jawa Tengah Bikers Community adalah sekitar 200 orang,” katanya kepada jatengdaily.com

Tujuan komunitas ini dibentuk, pertama untuk menanamkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sesama anggota serta membina rasa persaudaraan antar anggota.

Kedua, menampung, menghimpun dan membina para pemilik kendaraan roda dua di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ketiga, menyelenggarakan kegiatan sosial bercorak edukatif maupun rekreatif bagi para anggotanya.

Adapun, kegiatannya rutin yang sudah dilakukan dimulai dari pertemuan pengurus yang dilaksanakan satu kali setiap bulan.

“Lokasi pertemuan bervariasi, dengan agenda pembahasan program kegiatan dan evaluasi yang diperlukan,” ujar Bu Budi panggilan akrabnya.

Kemudian, agenda touring dilaksakakan dengan mengambil destinasi objek wisata di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

“Kegiatan touring ini selain sebagai sarana rekreasi dan edukasi bagi para anggota, kegiatan ini juga sebagai media dalam mempromosikan potensi pariwisata yang belum terkspos oleh media lainnya yang harapannya dapat turut membantu pertumbuhan pariwisata di Jawa Tengah,” tambahnya.

Kemudian, dilanjutkan kegiatan pemberikan bantuan sosial (baksos), kepada yayasan atau organisasi sosial dan komunitas tematik yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Joko Herwandono juga salah satu pengurus menambahkan, untuk memudahkan komunikasi antar anggota dibuatlah satu buah akun media sosial melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp. Tujuannya untuk meningkatkan kecepatan dalam berkoordinasi, bertukar informasi tentang rencana kegiatan dan permasalahan seputar kendaraan yang bisa terjadi kapan saja.

“Melalui komunikasi inilah, komunitas kami tampak guyub khususnya dalam menyukseskan progam-progam yang telah disepakati bersama” tegasnya. Adapun, susunan pengurus komunitas ini langsung dibina oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Penasehat terdiri dari Kepala BPPD Jateng Tavip Supriyanto, Kepala BPBD Jateng Sudaryanto, Kepala Disporapar Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi dan lainnya. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here