By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Reading: Krisis Air di Lereng Gunung Slamet Butuh Penanganan Khusus
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Krisis Air di Lereng Gunung Slamet Butuh Penanganan Khusus

Jatengdaily.com
Published: 17 Agustus 2019 05:29
Share
Fokus Group Discusion membahas krisis air di Lereng Gunung Slamet. Foto: wing
SHARE

PEMALANG (Jatengdaily.com)-Seolah sudah menjadi agenda tahunan, setiap kali memasuki musim kemarau krisis air bersih melanda ribuan warga Lereng Gunung Slamet di wilayah Kabupaten Pemalang khususnya yang terjadi di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosarilereng Gunung Slamet.

Hal ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD). Narasumber terkait dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Pemalang, Bappeda Pemalang, Muspika Pulosari dan Pemerintah desa Clekatakan.

Menurut Agus S Widodo yang merupakan dosen Universitas Pancasakti Tegal, kegiatan ini diikuti mahasiswa yang ingin membantu bagaimana memecahkan masalah krisis di Clekatakan ini.

Mahasiswa yang sedang melakukan KKN dan terjun langsung di tengah masyarakat, perlu berikan kontribusi untuk masyarakat, “Kebencanaan ini sudah tahunan terjadi, dan perlu diadakan diskusi supaya bisa ada jalan keluar,” katanya.

Ditambahkanya bahwa Desa Clekatakan merupakan desa yang unik dan unggul, dalam arti desa tertinggi di Kabupaten Pemalang, dan terdapat 32 item sayuran. Namun sayangnya bencana kekeringan melanda setiap tahun.

Agus Mulyadi Kasi Trantib Kecamatan Pulosari menyampaikan, kekeringan memang sudah jadi agenda tahunan di Kecamatan Pulosari. Dan terjadi di 12 desa, terdiri dari 14 titik. Sampai saat ini pemerintah terus mengupayakan solusi, dan saat ini droping air telah dilakukan oleh BPBD setiap harinya.

Sedangkan Ir Safrudin MSi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jateng mengungkapkan, bencana seperti kekeringan ini tidak bisa dihindari karena alam. Namun bagaimana supaya ada solusi penanganan yang tepat, sehingga dampaknya bisa berkurang. wing-she

You Might Also Like

Bank Mandiri Kenalkan Fitur Livin’ Around The World di Taiwan, Singapura dan Malaysia
47 Burung Kakatua Senilai Rp 470 Juta Dikembalikan ke Habitatnya di NTT
Iduladha 2024, SIG Bagikan 331 Hewan Kurban di 23 Provinsi
Menumbuhkan Pemimpin Masa Depan melalui Budaya Anti-Bullying
Soal Penemuan Obat Covid-19, JK: Tunggu Keputusan BPOM
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?