Bupati Tegal Umi Azizah saat acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Calon Kepala Desa Terpilih Hasil Pilkades Serentak Gelombang III Tahun 2019, di Pendopo Amangkurat Slawi. Foto: wing

SLAWI (Jatengdaily.com) -Berkenaan dengan pelayanan publik desa, kepuasan masyarakat serta kebahagiaan warga menjadi indikator utama untuk mengukur keberhasilan Kepala Desa dalam melayani.

Sehingga sebagai pemimpin tentunya harus dapat menghadirkan warna perubahan yang positif bagi desanya, memastikan layanan publik berjalan baik dengan didukung kebijakan publiknya yang unggul, termasuk layanan administrasinya untuk dapat lebih cepat, lebih mudah, lebih terbuka dan ramah kepada warga.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah saat acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Calon Kepala Desa Terpilih Hasil Pilkades Serentak Gelombang III Tahun 2019, di Pendopo Amangkurat Slawi, Rabu (11/12/2012).

“Saya dapat memantau desa-desa mana yang kinerja pelayanannya buruk, seperti kantor yang jam buka dan tutupnya tidak sesuai ketentuan, yang pelayanannya diskriminatif, yang mengutip biaya yang seharusnya gratis tapi harus bayar, yang membebani warganya dengan biaya yang tidak jelas dasar hukumnya, hingga penggelapan uang setoran PBB oleh pamong,” pungkas Umi.

Sehingga, dihadapan 54 kepala desa yang dilantik, Umi menyampaikan bahwa Pemkab Tegal telah memiliki layanan Lapor Bupati Tegal yang dapat membantu dirinya bersama OPD terkait hingga aparat penegak hukum untuk bergerak, untuk bertindak cepat saat mendapati ada informasi langsung masyarakat yang masuk, baik itu lewat SMS maupun aplikasi android Lapor Bupati Tegal. “Jadi jangan harap dapat mendapatkan celah untuk bermain belakang. Karena masyarakat sudah pintar seiring berkembangnya era digital,” tegasnya.

Umi juga menitip pesan, kepala desa harus dapat menjalin seluruh elemen masyarakat termasuk komunitas. Karena menurut Umi, sebaik apapun program pemerintah tanpa adanya jalinan dengan seluruh elemen tidak mungkin program pemerintah berjalan dengan lancar. Termasuk menjalin hubungan dengan desa-desa lain di wilayah sekitar dalam konteks pembangunan kawasan perdesaan.

“Perkuat jejaring dengan lembaga mitra seperti Karang Taruna desa, KNIP, organisasi masyarakat baik itu NU maupun Muhammadiyah. Tempatkan para pemuda sebagai motor penggerak pembangunan, karena pemuda adalah tumpuan harapan masa depan bagi pembangunan desa,” pesan Umi.

Salah satu kepala desa yang terpilih yaitu Kepala Desa Buniwah Kecamatan Bojong Ikhwanudin mengungkapkan dirinya siap mengemban tugas dan amanat sebagai kepala desa selama enam tahun ke depan. “Saya akan memimpin Buniwah lebih baik, dinamis, kondusif serta meningkatkan kesejahteraan warganya lebih damai. Insya Allah Desa Buniwah tidak akan ada lagi stunting serta gizi buruk dan di masa kepemimpinan saya anak-anak sekolah minimal tamatan SMA,” ujar pensiunan ASN Sekretariat Dewan Kabupaten Tegal itu.

Berbeda dengan Kepala Desa Pecabean Kecamatan Pangkah M. Naufal, dirinya berkomitmen akan memajukan Desa Pecabean serta memperindah dan menata desa tersebut dengan baik dari segi infrastruktur. “Terutama kaitannya dengan persoalan sampah. Saya harap Desa Pecabean bisa menjadi bersih,” katanya. Wing-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here