Meningkatkan Kompetensi Guru di Tengah Pandemi jadi Tantangan

0
106
Bupati Demak HM Natsir saat memberikan pengarahan pada peserta Diklat Pembelajaran Berbasis IT oleh PGRI Kabupaten Demak. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – PGRI Kabupaten Demak menggelar Diklat Pembelajaran Berbasis IT. Kegiatan yang diagendakan empat hari mulai 14-17 September itu dimaksudkan meningkatkan kompetensi dalam kegiatan pembelajaran berbasis IT. Sehingga diharapkan kompetensi guru dalam pembelajaran daring di masa pandemi meningkat.

Ketua Penyelenggara sekaligus Sekretaris PGRI Kabupaten Demak H Sapon menjelaskan, pengembangan profesi bagi guru merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan bersinambungan dalam menjalankan tugas profesionalnya. Sehingga berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran.

Maka menjadi tantangan saat ini adalah upaya guru meningkatkan kompetensi di tengah keterbatasan karena pandemi. Sehubungan itu PGRI terketuk hati untuk menfasilitasi, agar guru mampu meningkatkan kompetensi dalam kegiatan pembelajaran.

“Diklat diikuti 32 peserta utusan dari 16 cabang dinas. Instruktur adalah beberapa guru yang memiliki keahlian dibidang IT dengan kualifikasi nasional dan internasional. Setelah mengikuti diklat pembelajaran berbasis IT, diharapkan kompetensi guru dalam pembelajaran daring di masa pandemi meningkat,” kata Sapon, Selasa (15/9/2020).

Di sisi lain, Bupati HM Natsir menyampaikan, guru adalah tempat bertanya. Maka itu guru harus selalu update dan menguasai multi ilmu.

Sebab seiring perkembangan teknologi, masyarakat utamanya anak-anak (didik) diyakini semakin pintar. Guru yang termasyur sebagai orang berilmu dan tempat bertanya, tentunya harus lebih pintar.

“Caranya? Guru harus selalu mengupdate ilmunya. Bahkan multi ilmu. Karenanya dalam Islam guru disebut Ulul Al-Bab. Orang berakal, yang selalu berfikir dalam kondisi apa pun,” kata Bupat Natsir.

Maka diadakannya diklat IT bagi guru oleh PGRI sangat diapresiasi. Terlebih di tengah pandemi corona, kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka sangat dibatasi. Sehingga penguasaan KBM dalam jaringan (daring) atau online sangat dibutuhkan.

“Saya harap para peserta ini bukan pemula, sehingga ilmu keterampilan terkait pembelajaran berbasis IT bisa segera direkam dan ditranfer atau ditularkan ke teman guru lainnya,” pungkas bupati. rie-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here