By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Masuk Prevalensi Tinggi, Demak Targetkan Bebas Stunting 2021
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Masuk Prevalensi Tinggi, Demak Targetkan Bebas Stunting 2021

Last updated: 12 Juni 2019 20:41 20:41
Jatengdaily.com
Published: 12 Juni 2019 20:41
Share
Sekda dr H Singgih Setyono didampingi Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Demak H Taufik Rifai saat memaparkan upaya strategi penanganan stunting. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Masuk zona merah menjadikan penanganan stunting di Kabupaten Demak wajib hukumnya. Bahkan harus pula dilakukan secara komprehensif agar berhasil optimal.

Pada sosialisasi Perbup Demak Nomor 29/2019 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Stunting, Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Demak H Taufik Rifai menyampaikan, saat ini Demak dalam 100 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting tinggi tentunya menjadi ‘PR’ yang wajib segera diselesaikan. Bahkan dari 1.140.672 penduduk yang 97.212 nya adalah balita, sebanyak 4.129 anak atau sekitar (4,25%) penderita stunting.

Setidaknya ada 10 desa menjadi prioritas penanganan, yang ditargetkan tuntas pada 2021. Sehububgan itu RAD penanganan stunting intervensi sensitif dan spesifik pun diagendakan dalam dua tahun. Yakni anggaran perubahan 2020 dan 2021,dengan masing-masing sasaran lima desa tiap tahunnya.

Termasuk lima desa di 2020 adalah Desa Boyolali dan Gedangalas Kecamatan Gajah, Kedungori Dempet, Guntur dan Donorojo Demak Kota. Sedangkan lima desa lainnya di 2021 adalah Sambiroro Gajah, Sidomulyo Wonosalam, Bumirejo Karangawen, Kembangan Bonang, serta Betahwalang Wedung.

“Stunting adalah gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis atau dalam kurun waktu lama. Banyak faktor turut memicu terjadinya stunting, mulai dari kesehatan, ekonomi bahkan sosial. Maka itu penanganannya dilakukan secara intervensi sensitif lintas sektoral dengan melibatkan sejumlah OPD terkait, di samping intervensi spesifik atau khusus dari segi kesehatan,” kata Taufik Rifai, Rabu (12/6/2019).

Di sisi lain Sekda dr H Singgih Setyono menambahkan, stunting adalah masalah kesehatan. Masalah sederhana yang bisa menjadi parah jika tidak ditangani secara komprehensif. “Kesehatan itu sendiri seperti pemadam kebakaran. Setelah ada kejadian baru ribut. Padahal sumbernya penyebabnya dari banyak sektor,” ujarnya.

Maka itu, lanjut sekda, penanganan dimulai dari perencanaan. Harus ada anggaran agar terlaksana di semua OPD terkait. Besarnya disesuaikan jumlah kasus sekaligus proses pencegahan.

Perencanaan yang baik memberikan kontribusi 50 persen dari keberhasilan pelaksanaan program, kegiatan dan pelaksanaan. Sedangkan indikator keberhasilan penanganan apabila pada pengukuran fisik anak penderita stunting dalam kurun waktu tertentu ada tren membaik atau meningkat.

Maka itu menjadi salah satu solusi pencegahan stunting melalui revitalisasi posyandu. Di samping tentunya pembenahan banyak sektor terkait, seperti infrastruktur, ekonomi, juga sosial. Sebab hanya 20 persen stunting menimpa anak keluarga mampu. Sementara 80 persen lebihnya terjadi pada keluarga pra sejahtera atau miskin.

“Jika revitalisasi posyandu sebagai salah satu solusi, maka harus benar-benar dikroyok perbaikannya. Utamanya di meja dua bagian penimbangan balita. Terutama SDM dan alat ukurnya, jangan sampai terjadi salah ukur hingga salah pula penanganannya,” tandasnya. rie-yds

You Might Also Like

Bertemu Han Zheng, Wapres Gibran Tegaskan Komitmen Kerja Sama Erat dengan RRT
Animo Masih Tinggi, UNDIP Buka Ujian Mandiri Sesi 2
FEDS Alat Deteksi Dini Banjir Jakarta, Karya Doktor Teknik Unissula
Tinjau RSUD Musi Rawas Utara, Presiden Jokowi Senang SDM Dokter Lengkap
Sering Nangis dan Sakit, Seorang Bayi di Jepara Dibuang Ibunya ke Sumur
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?