Masa Pandemi Covid-19, MUI Anjurkan Shalat Idul Fitri di Rumah

Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Wakil Ketua Umum Prof Dr Ahmad Rofiq MA, Sekretaris Umum Drs KH Muhyiddin MAg dan Sekretaris Komisi Fatwa Dr KH Fadlolan Musyaffa Lc MA serta anggota Komisi Fatwa menandatangani Tausiah tentang pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441H. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menganjurkan umat Islam melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441H di rumah masing-masing. Anjuran tersebut disampaikan dalam Tausiah MUI Jateng Nomor 04/DP-P.XIII/T/V/2020 ditandatangani Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi dan Sekretaris Umum Drs KH Muhyiddin MAg, Ketua Komisi Fatwa Drs KH Ahmad Hadlor Ikhsan dan Sekretaris Komisi Fatwa Dr KH Fadlolan Musyaffa Lc MA

Menurut Kiai Darodji, pertimbangan utama anjuran itu karen kondisi secara umum penularan Covid-19 di Jawa Tengah masih cukup tinggi, sehingga kegiatan yang melibatkan kerumunan massa masih perlu dihindari.

‘’Semangat umat Islam Jawa Tengah untuk menyelenggarakan Shalat Idul Fitri cukup tinggi. Pendapat yang berkembang dalam sidang Komisi Fatwa 7 Mei 2020 yang dihadiri pimpinan MUI , Komisi Fatwa MUI Jawa Tengah, utusan Masjid Raya Baiturrahman dan Utusan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT,’’ katanya, Senin (11/5).

‘’Kami mengimbau kepada umat Islam di Jawa Tengah untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri di rumah masing-masing bersama keluarga inti,’’ tegas Kiai Darodji. MUI Jateng juga mengeluarkan petunjuk dan tata cara pelaksanaan Shalat Idul Fitri, sekligus naskah khotbah singkat.

‘’Silakan dilaksanakan di rumah masing-masing dengan keluarga inti.  Yang bisa khotbah MUI sudah membantu menyiapkan khotbah berdursi 3-5 menit. Kalau tidak mampu khotbah yang penting shalat sunah dua rakaat,’’ kata Dr KH Fadlolan, pengasuh Pondok Pesantren Fadlu Fadlan, Mijen Semarang itu.

Hukumnya Sunah

Menurut Kiai alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir itu, shalat Idul Fitri hukumnya sunah. ‘’Bisa dilakukan secara sendiri/munfarid (tanpa khotbah), bisa juga dilakukan secara berjamaah. Untuk yang berjamaah disunahkan khotbah,’’ kata Fadlolan.

Shalat Idul Fitri dimulai tanpa azan dan iqamah, cukup dengan menyeru “ash-shalâtu jâmi‘ah”. Dia menjelaskan langkah-langkah shalat Idul Fitri di rumh dimulai dengan niat shalat : “Ushalli sunnatan li ‘Idil Fitri rak‘ataini sunnatan lillahi ta‘ala” (Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah ta’ala).

Mengucapkan Takbiratul Ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan. Membaca doa iftitah. Membaca takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama. Di sela-sela setiap takbir membaca secara pelan (sirr) : “Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar” (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar).

Membaca Surat al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal, disunnahkan Surat al-A’la. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua dan berdiri lagi. Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, membaca takbir sebanyak 5 kali seraya mengangkat tangan, di antara setiap takbir itu membaca secara pelan (sirr) “Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar” seperti pada rakaat pertama. Kemudian membaca Surat al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal, disunnahkan Surat al-Ghasyiyah. 

‘’Sangat simpel tidak ada masalah. Mau dilaksanakan sendiri boleh, berjamah lebih baik,’’ tuturnya.

Dalam situasi wabah covid-19, Kiai Ahmad Darodji mengajak umat Islam disiplin dan sungguh-sungguh menjaga keselamatan dan kesehatan pribadi, keluarga serta lingkungan. ‘’Shalat Idul Fitri di rumah salah satu ikhtiar menjaga kesehatan dan keselamatan itu,’’ tuturnya. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here