Memasuki Musim Hujan, Ranting Pohon Dipangkas

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menghadapi musim hujan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, kini sudah mulai mengambil langkah antisipasi pohon tumbang dengan melakukan perampingan dan perapihan ranting-ranting pohon yang tumbuh lebat di ruas jalan protokol.

Kepala Disperkim Kota Semarang, M Ali mengatakan,  pengeprasan ranting-ranting pohon bukan berarti melakukan penggundulan pohon atau penebangan pohon. Pihaknya menata  agar estetika hutan pohon di tengah kota tetap ada, tetapi tidak menimbulkan pohon tumbang.

Diakui, permintaan penebangan pohon dari masyarakat memasuki musim penghujan ini cukup tinggi.Tetapi, dia tidak ingin asal melakukan penebangan pohon. Tujuannya agar Kota Semarang tetap hijau sehingga suhu udara tidak terlalu tinggi saat musim panas.

“Permintaan masyarakat terhadap penebangan pohon banyak. Tapi kami cek dulu, kira-kira masih layak atau tidak. Kami tidak asal tebang agar saat musim panas Kota Semarang tidak terlalu panas. Seperti kemarin suhunya hingga mencapai 39 derajat. Kami mengantisipasi itu,” jelasnya, Sabtu (16/11/2019).

Dikatakan, dari data, terdapat 3.433 pohon yang terinventarisasi Disperkim Kota Semarang. Pengecekan secara berkala terus dilakukan memasuki musim penghujan. Perampingan pohon juga terus dilakukan secara bertahap mengingat masih terkendala alat crane.

Ali menyebutkan, Disperkim hanya memiliki tiga alat crane. Dua diantaranya terus berkeliling untuk pengecekan. Sementara satu dalam kondisi tidak dapat digunakan.  Idealnya, Disperkim memiliki lima hingga tujuh crane untuk berkeliling melakukan perampingan pohon di seluruh wilayah Kota Semarang.

“Paling tidak memiliki  5-7 alat pohon pohon agar perempelan pohon bisa dilakukan dengan cepat. Kami sudah anggarkan di tahun 2020 untuk penambahan alat crane Rp 1 miliar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto mengatakan, memang sudah seharusnya Disperkim mulai melakukan perampingan pohon di pinggir-pinggir jalan. Terutana untuk pohon-pohon yang sudah tua.

“Saat ini sudah memasuki musim hujan, anginnya juga sudah mulai kencang. Berbahaya jika pohon-pohon yang tua  tidak dilakukan perampingan,” tambahnya.Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here