By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mercusuar Willem III Berdiri Kokoh Dibangun 1884
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Wisata

Mercusuar Willem III Berdiri Kokoh Dibangun 1884

Last updated: 10 Oktober 2019 20:10 20:10
Jatengdaily.com
Published: 10 Oktober 2019 20:08
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Mercusuar Willem III  di Jalan Bandarharjo, Semarang Utara di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hingga saat ini, masih berdiri kokoh dan masih berfungsi baik dalam menuntun kapal-kapal yang ingin berlabuh di Pelabuhan Semarang.

Mercusuar Willem III dibangun pada masa Kolonial Belanda, tahun 1879 dan rampung1884 diberi nama itu lantaran dibangun pada masa kerajaan yang dipimpin Willem III.

Bangunan ini sudah menjadi cagar budaya. Hal tersebut dinyatakan dengan adanya penanda cagar budaya bertuliskan “Keputusan Wali Kota nomor 646/56/Tahun 1992” terletak tak jauh dari pintu masuk Mercusuar.

Koordinator Kelompok Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, Distrik Navigasi Kelas II Semarang Januri mengatakan, sekarang ini, mercusuar secara resmi dikelola oleh pemerintah di bawah Kementerian Perhubungan.

“Kami melihat Mercusuar terdampak adanya penurunan tanah, membuat bangunan yang usianya diperkirakan 135 tahunan, mengalami penurunan ketinggian hingga sekitar 3 meter,” ucapnya.

Mercusuar di Tangjung Emas. Foto:Ugl

Dikatakan Januri, untuk mengatasi agar air laut tidak masuk, maka dibuat talut mengelilingi Mercusuar. Selain itu diaktifkannya beberapa pompa air secara otomatis untuk membuang resapan air dari tanah yang masuk ke Mercusuar,” ujarnya, Kamis (10/10/2019).

Di lantai dua Mercusuar sejumlah potret sejarah dari masa ke masa. Berbagai potret dari masa ke masa  juga bisa ditemui di beberapa lantai selanjutnya.

Ditanya kondisi Mercusuar yang saat ini terlihat bersih bagian dalam, Januri mengaku jika setiap hari terdapat 5 petugas secara bergantian menjaga kebersihan dan steril Mercusuar.

“Petugas inilah yang bertugas menjaga Mercusuar ini agar senantiasa berfungsi  baik sehingga bisa terus memandu kapal-kapal yang ingin bersandar ke Pelabuhan,” tambahnya.

Tim Mercusuar juga berkesempatan menaiki lantai puncak dan mengelilingi lampu utama. Hembusan angin pun sangat terasa kencang dan pemandangan pelabuhan Semarang terlihat indah dan jelas.

“Mercusuar memiliki lampu utama dengan tenaga sebesar 1.000 watt yang sanggup memancarkan cahaya lampu sejauh 20 mil untuk memberikan tanda kepada kapal-kapal di laut utara Semarang,” katanya.

Selain Mercusuar Willem III, Januri menyebutkan ada satu lagi bangunan Mercusuar peninggalan Belanda dan hingga saat ini juga masih dimanfaatkan sebagaimana fungsinya.

“Mercusuar Peninggalan Belanda yakni Mercusuar Willem III dan Mercusuar di Mandalika Kabupaten Jepara. Kalau Willem III tahun 1884, Mandalika tahun 1886,” katanya. Ugl–st

You Might Also Like

Anak-anak Bergembira Sambut ‘Hujan Permen’ di Yupiland Jelajah Negeri
Wisatawan Dimanjakan Naik Sepeda Listrik di Kota Lama
Padusan di Boyolali Pengunjung Dibatasi 25 Persen
Tujuh Keajaiban Dunia Ala Boyolali Bikin Penasaran Pemudik
Tradisi Tuk Panjang Sambut Imlek, Aneka Makanan Disajikan di Meja Sepanjang 200 Meter
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?