By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: OMK Sentuh Hati Jemaat dengan Kata-kata
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

OMK Sentuh Hati Jemaat dengan Kata-kata

Last updated: 20 April 2019 08:05 08:05
Jatengdaily.com
Published: 19 April 2019 23:50
Share
SHARE



SEMARANG – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St Athanasius Agung Karangpanas Semarang menampilkan visualisasi jalan salib di dalam gereja, Jumat (19/4/2019).

Tidak seperti biasanya, yang menampilkan adegan penderitaan, OMK Karangpanas lebih memilih menggunakan kata-kata untuk menyentuh hati para jemaat yang hadir dalam rangkaian perayaan pekan suci, Jumat Agung 2019.

Dari awal kata-kata yang merupakan refleksi dari kehidupan sehari-hari langsung menghujam dari sesosok iblis yang divisualisasikan. Iblis tersebut mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyindir orang-orang yang rajin beribadah, namun tetap memiliki hati yang buruk, seperti rasa iri, sombong, ingin menang sendiri dan lainnya.

Sutradara Visualisasi Jalan Salib, Stanislaus Kostka mengatakan, tahun ini pihaknya memang sengaja memilih mengurangi adegan di mana pemeran Yesus disiksa dan dicambuk. 

Kemudian digantikan dengan hadirnya empat sosok malaikat yang memberikan kekuatan kepada pemeran Yesus, dan pemeran lainnya untuk kuat menghadapi cobaan.

“Tahun ini, kami memang sengaja mengganti visualisasi penderitaan dengan kata-kata. Kami harap pesan yang kami sisipkan bisa diterima,” ungkapnya.

Karena lebih banyak menggunakan kata-kata, dia memilih area indoor dalam gereja untuk adegan-adegannya. Tidak seperti tahun lalu yang menggunakan area luar gereja, di mana jemaat harus mengikuti perjalanan para aktor di tiap adegannya. 

Hal ini dimaksudkan agar jemaat bisa lebih fokus memperhatikan setiap kalimat yang ada dalam adegan tersebut. Selain itu, di dalam gereja juga dimainkan efek audio agar lebih mengena dan menambah suasana haru. 

Alhasil, beberapa jemaat yang hadir tidak mampu membendung air mata melihat dan mendengarkan visuaslisasi yang ditampilkan.

Cossy, sapaan akrab sang sutradara mengatakan, dibutuhkan setidaknya 50 aktor dan kru untuk membuat serangkaian visualisasi jalan salib tahun ini. Personel yang bermain dalam konsep drama Romawi ini pun terbilang masih muda, yakni mulai umur 15 hingga 35 tahun.

Dia menambahkan, dibutuhkan setidaknya hampir tiga bulan sebelum drama ini ditampilkan. “Sekitar 80 persen orang baru. Kami berlatih mulai akhir Januari 2019 lalu dan  dibantu para mentor,” pungkasnya. Ugl

You Might Also Like

Merapi Erupsi Lagi dengan Tinggi Kolom 5.000 Meter
Antisipasi Kasus Ginjal Akut Pada Anak, Puskesmas Wedung II Sidak Sejumlah Apotek
Suhu di Mekkah Tembus 42 Derajat Celcius
FK Unissula Siap Buka Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Mata dan Penyakit Dalam
Dendam Karena Kucingya Dibunuh, Ponakan di Banyumas Habisi Pamannya
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?