By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: “Ough! Sunan Kuning (1966-2019)”
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

“Ough! Sunan Kuning (1966-2019)”

Last updated: 18 Oktober 2019 22:33 22:33
Jatengdaily.com
Published: 18 Oktober 2019 22:33
Share
Bambang Iss Wirya
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Pemerintah pusat ingin membersihkan seluruh prostitusi yang tersebar di negeri ini. Di Kota Semarang, lokalisasi Sunan Kuning telah resmi ditutup,Jumat (18/10) dan segera menyusul penutupan lokalisasi lainnya di perbatasan Kendal.

Penutupan lokalisasi SK dilakukan oleh Walikota Semarang dan disaksikan oleh seluruh wanita pekerja seks (WPS) yang berjumlah 448 orang.

Penutupan Sunan Kuning tersebut dinilai tidak akan serta-merta menghentikan prostitusi di Kota Semarang. Malah justru para WPS akan kembali turun ke jalanan dan sulit dikendalikan.

Budayawan dan penulis buku, “Ough! Sunan Kuning (1966-2019)”, Bambang Iss Wirya mengatakan, pemerintah saat ini hanya bisa menutup lokalisasi yang kecil. Sedangkan prostitusi yang skalanya lebih elit tidak diberantas.

“Penutupan Sunan Kuning saya rasa tidak akan bisa menghilangkan prostitusi di Kota Semarang. Justru prostitusi online akan lebih masif setelah Sunan Kuning ini ditutup,” kata Bambang Iss.

Selain itu, dengan tutupnya Sunan Kuning, satu ikon Kota Semarang juga akan hilang. Meskipun bukan ikon yang membanggakan bagi Pemkot Semarang, Sunan Kuning merupakan identitas Kota Semarang yang dikenal oleh masyarakat luar Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pengamanan lokalisasi Sunan Kuning pasca penutupan dilakukan Jumat sore. Pihaknya akan melakukan pengecekan ke tempat-tempat karaoke.

Fajar mengatakan, akan mendirikan pos pengamanan di dua titik, yakni pintu depan yakni gang utama dan belakang. Pihaknya melibatkan Polrestabes, Kodim, Kesbangpol, Kecamatan serta Kelurahan untuk melakukan pengamanan.

Penutupan SK ini tidak bisa serta merta mematikan kawasan tersebut. Karaoke di kawasan tersebut akan tetap beroperasi. Fajar menegaskan, pihaknya tidak membolehkan praktik prostitusi dalam tempat karaoke tersebut.

“Apabila didapati prostitusi di sana, akan langsung kami tutup. Kami baru buat draft terkait regulasi tersebut,” tandasnya.Ugl–st

You Might Also Like

Pemilu 2024, ASN di Jateng Tak Netral akan Kena Sanksi
Teriakan Ganjar ‘Presiden’ Menggema di Rakornas PAN
Paranormal Mbak You Meninggal Dunia, Denny Darko Ucapkan Selamat Jalan
Hari Ini Bayar Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi
Dua Warga Sakit di Desa Terisolasi Lokasi Gempa Sulbar Dievakuasi Helikopter BNPB
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?