By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Harga Tomat Anjlok Cuma Rp 500/Kg, Petani Merugi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Harga Tomat Anjlok Cuma Rp 500/Kg, Petani Merugi

Last updated: 5 September 2019 13:21 13:21
Jatengdaily.com
Published: 5 September 2019 09:32
Share
Petani di panen raya saat ini merugi, sebab harga tomat turun drastis. Foto: wing
SHARE

PEMALANG (Jatengdaily.com)- Harga tomat di tingkat petani Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, anjlok hingga kisaran Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogram (kg). Melimpahnya pasokan dari musim panen raya membuat harga komoditas sayur itu terus merosot.

Salah satu Petani di Desa Gambuhan Pemalang, Samroh Erni, 52 tahun, mengungkapkan, sudah sepekan lebih harga tomat turun.

“Tomat sekarang lagi murah. Rp 500 sampai Rp 1.000 per kg. Biasanya kalau normal Rp 8.00‎0 sampai Rp10.000 per kilo,” , Rabu, 4 September 2019.

Samroh menduga, turunnya harga tomat karena sedang memasuki masa panen raya. Dia pun hanya bisa pasrah bahkan sebagian tanaman tomatnya meski sudah berbuah dan siap petik di biarkan begitu saja, menunggu ada yang membeli karena jika dipanen dirinya harus mengeluarkan biaya untuk tenaga pemetik buah sayur ini.

“Setiap hari harganya terus menurun bahkan biasanya banyak para pengepul yang membeli saat ini tidak ada, “ucapnya.

Hal senada disampaikan petani lain, Sobiroh 59 tahun. Dia ‎mengatakan, pasokan tomat melimpah lantaran sedang musim panen raya. Kurangnya jumlah pembeli, membuat harga jenis sayuran ini turun signifikan.

“Harga normalnya sampai Rp 8.000 per kilo. Sekarang turun, jadi Rp 1.000 per kilo, itupun kalau ada yang beli,” katanya.

Sobiroh mengaku merugi pasalnya harga jual hasil panen tak sebanding dengan biaya produksi, lahan tanaman tomatnya yang diperkirakan 1.000 pohon tomat, menghabiskan biaya Rp 2.500.000, dari mulai tanam hingga panen, namun hasil jual panenanya sekarang tak mencapai separohnya,meski kwalitas buah bagus namun harganya sangat murah,” katanya. Wing-she

You Might Also Like

Hindari Sebaran Corona, Puluhan Destinasi Wisata di Jateng Tutup sampai Akhir Maret
WeTV Original Mozachiko Eps 11: Moza dan Ayahnya Berniat Pergi ke Jogja, Draco Merusak Acara Moza dan Chiko
Hendi Inisiasi Lumbung Kelurahan Biar Warga Betah di Rumah
Pemkot Semarang Gandeng BPK RI Tangani Aset Relokasi Pasar Johar
Harus Tuntas Secara Baik, Komisi E Minta Jangan Ada lagi Perundungan di Sekolah
Share This Article
Facebook Email Print
2 Komentar
  • Nyonya Miya berkata:
    11 September 2019 12:24 pukul 12:24

    Lagi dan lagi tomat anjlok. entah sudah berapa kali tiap panen tomat harganya anjlok parah.
    kedepannya semoga mulai berpikir bagaimana cara mengolahnya bukan menjualnya secara langsung.

  • kelapa wulung berkata:
    12 September 2019 22:26 pukul 22:26

    perlu regulasi dari pemerintah agar petani tidak merugi. Di daerah lain, tomat sampai dibuang-buang di jurang dan dibiarkan membusuk di pohon. Semoga ke depannya tidak terulang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?