By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pedagang Barang Antik Slub-sluban Tempati Gedung PPI
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pedagang Barang Antik Slub-sluban Tempati Gedung PPI

Jatengdaily.com
Published: 4 Mei 2019 18:44
Share
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang saat meneliti keramik antik asal Jepang. Foto: ugl
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto bersama para pedagang barang antik Kota Lama,  melakukan slub-sluban untuk menempati lapak di dalam bekas  gedung Persatuan Perdagangan Indonesia (PPI) dekat Gereja Blenduk, Sabtu (4/5).

Acara slub-sluban ditandai dengan doa, selanjutnya, pemotongan tumpeng, dan jajan pasar yang dimakan bersama-sama. Lalu, ditindaklanjuti oleh pedagang barang antik menggelar barang-barang antik dagangannya.

Ketua Paguyuban Pedagang Barang Antik Semarang Surono SH, pada kesempatan itu mengatakan, kriteria barang-barang antik itu, usia barang di atas 100 tahun.

“Di galeri barang antik di gedung PPI, banyak barang antik yang usianya di atas 100 tahun silam. Jenis barang antik tersebut, antara lain seperti keris zaman kerajaan Majapahit, zaman Budha, meubel zaman kerajaan, alat penerangan, dan keramik peninggalan kerajaan Ming,” katanya.


Dikatakan, barang antik tersebut sering dimanfaatkan untuk koleksi. “Kalau kolektor sudah bisa membedakan barang-barang yang masuk dalam kategori barang antik,” katanya.

Menurut Surono, bila koleksi barang masih produk di bawah 100 tahun, berarti barang itu zadul atau barang kuno.

Barang antik itu, menurut Surono lakunya susah-susah gampang. Kadang barang antik yang digadang-gadang bakal cepat laku, malah tidak laku-laku. 

“Justru barang yang diprediksi tidak laku, malah cepat laku. Itulah, namanya barang antik, susah diprediksi cepat atau lambat lakunya,” ucapnya.

Tetapi Surono mengaku harga barang antik di galeri PPI Kota Lama terjangkau oleh masyarskat. Harga mulai Rp 20.000 hingga sampai mencapai ratusan juta.

Harga ratusan juta barang antik tersebut, kata Surono seperti keris zaman Majapahit, patung emas zaman kerajaan Mataram. Sedangkan barang antik jenis.meubel biasanya untuk display dan dipasang di restoran atau rumah maksn untuk menarik pembeli. 

Sementara itu, Perintis Pedagang Barang Antik Kota Semaramg Linggo Sapto mengakui di tempat baru di PPI Kota Lama minggu pertama bulan Ramadan dipastikan sepi pengunjung. Selanjutnya, memasuki minggu ketiga hingga Lebaran bakal ramai lagi.

Menurut Linggo, pengunjung yang melihat-lihat barang sepi pada saat pergantiam tahun baru. Natal, malah ramai, pengunjung yang menyaksikan barang antik.Ugl–st

You Might Also Like

Forum Arkeologi Internasional Apresiasi Langkah SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi 
Tekan Penyebaran Covid-19, Boyolali Terapkan Hari Minggu di Rumah Saja
Perlu Sinergitas Pengawasan untuk Wujudkan Pemilu Berintegritas
Kesepakatan Tarif Baru Buka Pintu Ekspor Indonesia Lebih Lebar ke Amerika
Hari Ini Puncak Arus Mudik Natal
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?