By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemkot Semarang Ingin Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemkot Semarang Ingin Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik

Last updated: 3 Desember 2019 18:46 18:46
Jatengdaily.com
Published: 3 Desember 2019 18:46
Share
Walikota Semarang Hendrar Prihadi ditemani masyarakat desa membuat Jenang Gondoriyo dalam acara Festival Budaya Gondoriyo Ngaliyan Semarang. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Banyaknya jumlah wisatawan yang terus berkunjung ke Kota Semarang hingga mencapai 5,7 juta pada 2018 belum membuat Pemerintah Kota Semarang berhenti berinovasi. Pemerintah Kota Semarang pun makin giat mengembangkan wisata kearifan lokal.

“Akan kita arahkan, wisatawan itu tidak hanya ke Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Kota Lama, atau Semarang Bridge Fountain, tapi juga masuk ke pariwisata yang mengutamakan kearifan lokal seperti di Gondoriyo ini,” ungkap Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri Festival Budaya Gondoriyo di kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Semarang.

Kepada jatengdaily.com, Selasa, (3/12/2019), Walikota mengatakan, Kelurahan Gondoriyo memiliki destinasi baru bernama Curug Gondoriyo dan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata kearifan lokal yang menarik.

“Saya mendengar ada namanya curug di Gondoriyo kurang lebih pada awal tahun 2019. Kemudian diberi lampu-lampu, dibuat spot foto-foto instagramable dan Alhamdulillah jadi viral,” ungkap Hendi

Meski demikian, menurut Hendi Curug Gondoriyo masih memerlukan pembenahan. “Tempat pariwisata itu yang pertama adalah aksesnya harus gampang. Aksesibilitas itu macam-macam, mulai dari transportasi umumnya sampai jalan masuknya,” ungkap Hendi.

Hal tersebut diungkapkan karena saat berkunjung pertama kalinya ke curug tersebut Hendi menilai akses jalan susah dijangkau. Pihaknya pun meminta kepada dinas terkait agar akses jalan diperbaiki berupa paving blok pada akhir tahun ini.

Hendi juga berpesan agar Gondoriyo menggelar atraksi kesenian sebagai pemikat wisatawan secara kontinyu.

“Kesenian itu harus rutin diadakan, sehingga orang datang ke sini tidak hanya menikmati kecantikan curug ini tapi juga ada event atraksi, ada lesung, setap hari ada yang masak jenang, jangan setahun sekali,” pesan Hendi.

Gondoriyo sendiri memiliki sejumlah kesenian yang dapat dikategorikan sebagai wisata kearifan lokal karena memiliki sejumlah kesenian berupa Susrukwangan dan gejluk lesung. Hingga ragam kuliner lokal seperti Jenang Gondoriyo, Nasi Bleduk dan Wedang Sinom. Ody-she

You Might Also Like

Longsor di Pekalongan: 17 Korban Meninggal Ditemukan, Hari Ini Pencarian Dilanjutkan
Satgas P4GN TNI AU Sosialisasi Antinarkoba di Lanud Husein Sastranegara Bandung
Polisi Tangkap Enam Pelaku Tawuran Pelajar di Kabupaten Pati
Menangi ‘Derby Mataram’, Persis Juara Paruh Musim
PLN Pastikan Kesiapan Keandalan Pasokan Listrik Menyambut Nataru
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?