Penderita ISPA di Semarang Meningkat, Capai Ribuan

SEMARANG (Jatendaily.com)-Sebanyak 3.053 warga kota Semarang terinfeksi saluran pernafasan akut (ISPA) selama musim kemarau yang berkepanjangan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, rata-rata penderita infeksi ISPA meningkat sejak bulan Agustus 2019.

“Infeksi saluran pernapasan yang muncul biasanya dialami oleh para lansia dan anak-anak. Biasanya penyebabnya efek dari kemarau panjang hingga cuaca panas disertai udara berdebu,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Muhammad Abdul Hakam, Senin (30/9/2019)

Di Semarang sendiri, angka penderita ISPA menduduki urutan pertama. Kemudian berturut-turut disusul angka penularan sakit tenggorokan dan dehidrasi.

“ISPA ini sejak Januari sampai sekarang, kita menemukan ada ribuan kasus. Tapi harus dipilah-pilah juga, dan kita belum dapat rinciannya. Kasus lainnya karena dehidrasi. Maka kita sarankan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas fisik di siang hari. Lebih baik menjalankan aktivitas fisik pagi atau sore. Sehingga bisa mengurangi potensi dehidrasi,” tuturnya.

Menurutnya gejala ISPA bisa dikenali dengan mudah dimulai dari sakit tenggorokan, pilek pada anak maupun batuk-batuk yang tak kunjung reda.

“Orang yang pilek saja bisa dikenali bahwa dia kena gejala awal ISPA. Kalau pada anak-anak, selain pilek, lalu demam, maka perlu diperiksakan ke puskesmas terdekat,” tutupnya. Adry-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here