in

Polsek Genuk Ungkap Kasus Penipuan & Penggelapan Mobil

Polsek Genuk meringkus pelaku kasus penipuan dan penggelapaan mobil. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Polsek Genuk, Semarang, mengungkap kasus penipuan dan penggelapan mobil dengan korban sekitar 20 orang. Dua tersangka yakni Slamet Bagus Setiawan (21), warga Tegalsari, Kecamatan Candisari, dan Stefanus Purnomo (32), warga Gayamsari. Modusnya adalah menyewa mobil dan menjual atau menggadaikan mobil tersebut di tempat lain.

Kepada polisi Bagus mengaku sudah menjalankan aksinya sejak Januari 2019. Selama aksinya ia melakukan tambal sulam yakni pinjam, gadai, dan tebus. Rata-rata mobil digadaikan senilai Rp 20 juta sampai Rp 25 juta, tetapi ada juga yang mencapai Rp 30 juta dan Rp 50 juta.

“Uangnya dibagi dua. Lainnya dibuat operasional atau menyewa mobil untuk digadaikan dan mengambil mobil yang digadai. Sisanya dibuat foya-foya di Bandungan. Sudah sejak bulan Januari,” ujarnya.

Kepolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin mengaku dua tersangka yang diamankan terkait kasus penipuan dan penggelapan mobil. Dari pengakuan sudah beraksi puluhan kali, dan baru ini yang terungkap kepolisian dengan jumlah korban 20 orang.

“Pelaku ini berkali-kali melakukan. Kami amankan tiga hari lalu atau tanggal 13 Mei 2019. Barang bukti yang disita sampai saat ini baru delapan unit mobil,” kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin saat memberikan keterangan di Mapolsek Genuk, Kamis (16/5).

Dalam menjalankan aksinya, lanjut Zaenul, kedua tersangka yang merupakan sindikat ini mempunyai peran masing-masing. Satu tersangka bernama Bagus bertugas menyewa mobil. Setelah itu diserahkan kepada Stefanus untuk kemudian dijual atau digadaikan ke orang lain.

“Garis besar modusnya seperti itu di hampir semua tempat penyewaan mobil atau korban. Hasilnya kemudian dibagi dua,” ungkapnya.

Zaenul menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan Mustaqim, warga Bangetayu Wetan, yang merasa ditipu oleh tersangka Stefanus. Sebelumnya Stefanus menjaminkan satu unit mobil Innova Rebon saat meminjam uang kepada Mustaqim pada tanggal 24 April 2019. Empat hari setelah itu mobil Innova Rebon diambil oleh seseorang yang mengaku sebagai pemiliknya. Mustaqim kemudian memberi tahu Stefanus dan selanjutnya diganti dengan dua unit mobil lainnya.

Tidak lama setelah itu tersangka Stefanus kembali menukar mobil yang dijaminkan dengan mobil lainnya. Hingga puncaknya pada tanggal 11 Mei 2019 datang seseorang menemui Mustaqim dan mengakui mobil yang dijaminkan itu mobil miliknya yang dipinjam oleh rekan Stefanus (Bagus).

“Dari laporan itu langsung kami tindaklanjuti dan berhasil mengamankan tersangka di Jalan Arteri Soekarno-Hatta. Untuk delapan barang bukti ini ada yang digadaikan di daerah Genuk, ada juga yang di daerah Ungaran,” jelasnya.

Terkait kasus tersebut, kedua tersangka saat ini mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

“Ada kemungkinan masih ada barang bukti lain, sudah ada beberapa yang terdeteksi. Kami juga mengimbau kepada para pengusaha rental agar lebih waspada terkait penipuan dan penggelapan mobil, khususnya mendekati lebaran,” tambah Zaenul Arifin. adri-she

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Lima Orang Jadi Tersangka Penganiayaan Kasatreskrim Polres Wonogiri

Kandas di Laga Perdana, PSIS Perlu Banyak Berbenah