By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Produksi Garam Melimpah, Harga Anjlok Hanya Rp 400/kg
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Produksi Garam Melimpah, Harga Anjlok Hanya Rp 400/kg

Last updated: 5 Juli 2019 14:31 14:31
Jatengdaily.com
Published: 5 Juli 2019 14:31
Share
Produksi garam melimpah, kini harganya anjlok. Foto: wing
SHARE

BREBES (Jatengdaily.com)-Melimpahnya hasil produksi pada tahun 2018 membuat harga garam di tingkat petambak di Kabupaten Brebes, merosot tajam. Kini, harga per kilogram garam, hanya berkisar Rp 400.

Dari hasil pantauan di lapangan,Kamis (4/7/2019) siang, ratusan karung garam milik petambak garam di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, masih menumpuk di areal tambak. Tumpukan garam tersebut, merupakan hasil panen di bulan Juni hingga November 2018 lalu.

Melimpahnya pasokan tersebut, mengakibatkan petani kesulitan memasarkan. Ironisnya, saat ini di tingkat petambak harga perkilogram garam ditawar Rp 400. Padahal, pada tahun lalu harga jual garam mampu mencapai diatas Rp 700 per kilogram.

“Stoknya masih banyak, kita bingung mau menjual ke mana. Tawaran terakhir harganya cuma Rp 400 perak ke pengepul,” keluh salah satu petambak garam, Surya.

Masih banyaknya stok, menyebabkan para petambak mengurangi proses produksi garam. Sebab, jika dipaksakan terus berproduksi, dikhawatirkan justru akan menambah biaya dan merugi.

Tak hanya di tingkat petambak, stok garam juga masih melimpah hingga ratusan ton di sejumlah gudang milik pengepul. Para pengepul mengaku kesulitan memasarkan, over pasokan dari berbagai daerah. Untuk mengurangi kerugian, mereka menyalurkan garam tersebut kepada pengusaha ikan asin.

“Sekarang ini garam memang sedang lesu semua. Stoknya masih banyak, tidak ada yang beli,” kata Slamet Solihin, pengepul garam.

Perlu diketahui, pada cuaca normal, satu hektar tambak bisa memproduksi 12 ton garam dalam sekali panen, setelah tujuh hari proses pengeringan. Para petambak berharap, pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga agar petambak bisa memperoleh untung. wing-she

You Might Also Like

Pusat Ekonomi Baru Tumbuh Pesat di Wilayah Pinggiran Kota Semarang
Lulusan Prodi Informasi dan Hubungan Masyarakat SV Undip Mudah Terserap Kerja, Termasuk Lolos CPNS
Smartwatch yang Setia di Segala Aktivitas Ini Membuat Teuku Mirza Jatuh Cinta
Bawaslu Jateng Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2024 untuk Cegah Pelanggaran
Moment Bertemunya Mbak Ita dan Yoyok Sukawi, Tertawa dan Saling Canda Bersama di Acara Panser Biru
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?