By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: PSIS Ditaklukkan Madura United di Kandang
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

PSIS Ditaklukkan Madura United di Kandang

Last updated: 17 Desember 2019 22:54 22:54
Jatengdaily.com
Published: 17 Desember 2019 22:54
Share
Wallace Costa usai cetak gol ke gawang Madura United. Foto : zia
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com) – PSIS Semarang harus mengakui keunggulan tamunya Madura United 2-3, pada lanjutan pekan ke-33 Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto Magelang Selasa (17/12/2019).

Tuan rumah unggul dahulu melalui tendangan bebas Jonathan Cantillana pada menit 8. Namun Madura United membalikkan keunggulan melalui Slamet Nurcahyo menit 10, dan Beto Goncalves (43′).

Kapten PSIS Wallace Costa menyamakan melalui penalti pada menit 53. Sayangnya Beto kembali membawa timnya unggul pada menit 86.

Alhasil posisi PSIS tetap di trap 11 klasemen dengan 43 angka dari 33 laga. Untuk Madura United di posisi 6 klasemen dengan tabungan 50 angka.

Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah tetap memuji pemainnya yang bermain bagus di partai kandang ini. Hanya saja masalah kepemimpinan wasit Dwi Susilo asal Jakarta tidak fair dan banyak merugikan timnya.

“Permainan terutama di babak kedua kita bagus. Ada peningkatan daripada babak pertama. Respek kepada pemain PSIS yang bermain bagus. Sayangnya nasib tidak bersama kita. Saya tidak perlu komentari tentang wasit, anda melihat sendiri bagaimana kepemimpinan wasit,” kata Bambang Nurdiansyah.

Coach yang biasa dipanggil Banur mengakui absennya gelandang bertahan Finky Pasamba berpengaruh besar dengan kekuatan lini tengahnya.

“Dengan absennya Finky berpengaruh sekali. Finky sangat kuat, tetapi di babak kedua kita perbaiki dengan masuknya Fantri, dan agak berubah. Tapi memang tidak bisa hanya mengandalkan satu orang, harusnya pengganti Heru Setyawan, tapi Heru baru sembuh dari sakit dan lama tidak latihan lama, jadi penampilannya tidak memuaskan dan saya mengerti,” jelas Banur.

Sedangkan kapten PSIS Wallace Costa sudah berusaha keras di laga ini. Namun hasil tidak memuaskan, dan tidak sesuai harapan. Masalah wasit juga menjadi alasan Costa timnya gagal menang di laga ini.

” Ketika kita bermain 11 lawan 11 bisa menang. Tapi kita tidak bermain 11 lawan 11. Kita sudah kerja keras, dan akan fokus untuk pertandingan berikutnya,” pungkas Wallace Costa. zia-yds

You Might Also Like

KA Kamandaka Beroperasi Kembali, KA Kaligung Tambah Perjalanan Mulai 19 Juni
18 Tokoh Jawa Tengah Dianugerahi HPN Jateng Award 2025
DigiTiket dari Indibiz Tawarkan Kemudahan Pencatatan Data dan Sistem Tiket
Hari Disabilitas Internasional 2022, Telkom Hadir Sediakan Tempat Kerja Inklusif
Pengusaha Didorong Maksimalkan Jam Operasional Semargres
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?