By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Rekreasi Edukasi, Ada di Tuntang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaWisata

Rekreasi Edukasi, Ada di Tuntang

Last updated: 13 Juni 2019 08:40 08:40
Jatengdaily.com
Published: 12 Juni 2019 18:36
Share
Sejumlah pengunjung tengah menikmati wahana jejogetan (penamaan untuk wahana air menari) yang ada di Theme Park Saloka Tuntang. Foto : Budhi.
SHARE

TUNTANG (Jatengdaily.com) – Pengunjung Theme Park Saloka dimanjakan untuk menikmati 25 wahana di objek wisata yang berada di tepi jalan nasional Bawen-Salatiga, tepatnya Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Selain tempat rekreasi keluarga, objek wisata baru di Bumi Serasi ini juga dilengkapi lumbung ilmu Galileo yang berisi pusat pengetahuan bagi anak-anak sekolah.

Managing Director Theme Park Saloka, Tedi Darmanto mengatakan Saloka menempati lahan seluas total sekitar 17 hektar. Rinciannya, 12 hektar untuk kawasan rekreasi dan 5 hektar dijadikan area parkir kendaraan pengunjung. ‘’Saat ini kita memiliki 25 wahana. Dengan membayar tiket masuk Rp 120 ribu di hari biasa dan Rp 150 ribu saat hari libur, pengunjung sudah bisa menikmati semua wahana tersebut,’’ ujarnya, Rabu (12/6/2019).

Tedi mengungkapkan, penamaan wahana yang ada sengaja dipilih nama kedaerahan seperti obat-obit, gonjang-ganjing, bengok-bengok, dan jejogetan untuk penamaan air menari. Termasuk salah satu restoran yang menjadi lintasan wahana gonjang-ganjing (penamaan untuk arung jeram) juga menggunakan nama kedaerahan.

‘’Kita sebisa mungkin mengangkat nama lokal, hampir tidak ada nama asing. Sampai nama Daimami yang dikira nama asing seperti kejepang-jepangan adalah singkat dari kedai makan minum,’’ ungkapnya.

Tedi menjelaskan, Saloka dibuat menjadi kawasan wisata untuk seluruh keluarga. Sehingga pihaknya sengaja mengangkat kearifan dan budaya lokal dipadukan dengan teknologi modern.

‘’Jadi, yang kita angkat adalah cerita lokal sehingga theme song kita sebut dunia impian untuk seluruh keluarga yang membawa keceriaan. Itu yang kita tawarkan kepada pengunjung,’’ jelasnya sembari menyampaikan wahana yang sama di objek wisata lain akan dirasakan berbeda di Saloka karena kemasannya berbeda secara tema.

Selain wahana permainan, ungkap Tedi, keberadaan lumbung ilmu Galileo menjadi salah satu unggulan untuk menarik minat kunjungan anak-anak sekolah. ‘’Kita mempunyai unggulan untuk anak sekolah. Selain tempat rekreasi, di sini ada edukasinya. Kita ada yang namanya lumbung ilmu Galileo. Isinya science center,’’ bebernya.

Menurut Tedi, anak-anak sekolah yang datang ke Saloka bisa mendapatkan pelajaran di lumbung ilmu Galileo sebelum berekreasi menikmati wahana yang ada. Pihaknya sudah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan dinas pendidikan di beberapa kabupaten/kota sekitar untuk menjadikan Saloka sebagai tempat studi wisata.

‘’Anak sekolah menjadi salah satu kekuatan kunjungan saat low season. Tapi diperlukan wahana menarik agar sekolah mengizinkan siswanya datang dengan adanya science center,’’ jelasnya.

Marketing Manager Theme Park Saloka, Jodie Senoatmojo menambahkan, pengunjung Saloka juga bisa menikmati cerita legenda Baruklinting Show yang dikemas secara menarik dengan perpaduan teknologi modern. Yakni 3D animation, laser, music dan water projection. ‘’Baruklinting show bisa dinikmati di area jejogetan setiap weekend dan hari libur nasional,’’ imbuhnya. rus-yds

You Might Also Like

Syawalan di Demak, Wujud Syukur Limpahan Hasil Laut
Semarang Diproyeksi Raih Lonjakan 2 Juta Wisatawan
Ganjar, Atal, Bamsoet, dan Para Tokoh Tampil di Panggung “Puisi dan Doa Corona” PWI Jateng
Tradisi Tuk Panjang Sambut Imlek, Aneka Makanan Disajikan di Meja Sepanjang 200 Meter
Antologi Puisi Moderasi Beragama Siap Diluncurkan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?