Revitalisasi Terminal Tipe A, agar Penumpang Tak Cegat Bus di Jalan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Bupati HM Natsir menaiki mesin pemadat, saat meninjau lokasi Terminal Bus Tipe A Demak yang sedang dikebut proses pengurukan dan persiapan lahannya. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Revitalisasi Terminal Bus Tipe A intensif dilaksanakan Kementerian Perhubungan RI. Bahkan 2019 ini ada 50 terminal dibangun di Jawa, Sumatera, Sulawesi juga Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari upaya mereformasi pelayanan angkutan umum massal.

Saat memantau pembangunan Terminal Bus Tipe A Kabupaten Demak yang berlokasi di jalur lingkar Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyampaikan, dukungannya atas giatnya Indonesia membangun. Tak terkecuali konsistensi pemerintah membangun di semua daerah.

Namun disayangkan, bus belum menjadi favorit. Kemacetan masih terjadi di mana-mana. Termasuk saat mudik banyak masyarakat memilih bermobil pribadi juga sepeda motor.

“Hal ini tidak sesuai dengan konsep angkutan massal. Bahkan angkutan massal masih keniscayaan,” ujarnya, Sabtu (27/7).

Maka itu upaya mereformasi pelayanan angkutan umum massal intensif dilaksanakan Kementerian Perhubungan RI. Melalui Program Aksi Perbaikan Prasarana Angkutan Masal Berbasis Jalan, dimaksudkan memberikan wajah baru pelayanan Terminal Penumpang Bus Tipe A menjadi sekelas bandara.

Hanya saja masalahnya belum semua kabupaten memiliki terminal bagus. Sehingga banyak penumpang mencegat di pinggir jalan. Karenanya upaya membangun terminal bis yang nyaman seperti stasiun dan bandara terus dilaksanakan, sehingga masyarakat lebih nyaman serta konfiden.

Maka itu pula pembangunan Terminal Bus Tipe A Kabupaten Demak senilai total Rp 74,3 miliar (Rp 58,5 miliar dari APBN dan Rp 15,8 miliar dari APBD) dilakukan percepatan dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2020. “Tentunya dengan syarat ada kebersamaan. Sehingga setelah selesai dibangun tidak dipakai,” imbuh Menhub Budi Karya Sumadi.

Agar berfungsi optimal, lanjutnya, semua perusahaan otomotif (PO) diarahkan masuk terminal. Jika perlu susun regulasi terkait pencabutan izin usaha PO jika menolak masuk terminal. Sebab hal itu dimaksudkan memudahkan penumpang jika ingin berpergian.

Di sisi lain, Bupati HM Natsir didampingi Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Demak H Windu Sunardi dan Kabid Angkutan Jalan Sugiharto menyambut gembira kabar percepatan pebangunan terminal yang menempati lahan seluas 5,13 hektar itu. “Semoga bisa menjadi terminal membanggakan dan menghidupkan ekonomi daerah,” tandasnya. rie-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here