By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ribuan Warga Solo Doa Bersama Kirim Pesan Damai
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ribuan Warga Solo Doa Bersama Kirim Pesan Damai

Last updated: 27 Juni 2019 08:55 08:55
Jatengdaily.com
Published: 27 Juni 2019 08:55
Share
Kegiatan "Doa Bersama Untuk Negeri, Silatuhrami TNI-Polri dan Masyarakat" di Plaza Manahan Solo, Rabu (27/6/2019). Foto: dok Polda Jateng
SHARE

SOLO (Jatengdaily,com) – Ribuan orang warga Solo dan sekitarnya mengikuti “Doa Bersama Untuk Negeri, Silatuhrami TNI-Polri dan Masyarakat” di Plaza Manahan Solo, Rabu (27/6/2019). Kegiatan tersebut berlangsung dari sore hingga Kamis (27/6/2019) dinihari, dengan diakhiri pergelaran wayang kulit bersama dalang Ki Warseno Slank.

Hadir dalam acara ini Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, Wakil Gubernur Taj Yasin, ulama K.H. Ahmad Munawiq, sejumlah pemimpin TNI-Polri, sejumlah ormas, KPU, Bawaslu dan masyarakat lainnya.

“Kita semua datang hadir di Solo ini, ingin menunjukkan kecintaan kita kepada negeri. Perbedaan yang ada tidak ingin menjadi terpecah belah Kami tidak ingin negara ini, terpecah belah, saling berhadap-hadapan, saling bermusuhan dan saling menghancurkan,” kata Kapolda Rycko.

Kapolda dari Kota Solo dalam kesempatan doa untuk negeri ini, ingin memberikan pesan ke seluruh masyarakat Indonesia pesan damai. “Pesan damai dari Solo tolak kerusuhan, Jawa Tengah Damai, Indonesia damai, Indonesia tanpa kekerasan,” katanya.

Masyarakat datang mengikuti doa bersama ini, kata Kapolda, sebagai wujud kecintaannya kepada negeri ini, pemimpinnya, bangsa, dan warganya. Ditambahkannya, perbedaan memiliki potensi konflik untuk terpecah belah. Namun, sebaliknya perberdaan yang dilandasi keinginan yang kuat akan menjadi sebuah mozaik indah yang sangat kuat Inilah yang disebut Indonesia. “Kami ingin berdoa berbuat sesuatu untuk memperkuat kesatuan dan persatuan negeri ini,” katanya.

Pangdam IV Diponegoro Mayjen Mochamad Effendi mengatakan kegiatan doa bersama untuk negeri, merupakan salah satu upaya menciptakan damai di Jateng dan Indonesia. “Solo tanpa kekerasan, Jateng, dan Indonesia, sehingga hal ini harus dilakukan semua komponen bangsa,” katanya.

Bersinerginya TNI Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua ormas, menurut Pangdam, akan mampu menciptakan hal tersebut.

Hadir pula dalam acara ini KH Ahmad Muwafiq yang memberikan tausiyah dan memimpoin doa bersama yang diikuti sekitar 7.000 orang tersebut. Dilanjutka acara makan bersama antara TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat Solo dan sekitar bersatu. yds

You Might Also Like

Urai Kepadatan Arus Balik, KemenPANRB Tetapkan Penyesuaian WFA pada 8 April
Jawa Tengah Masih Kekurangan 16.458 Dokter
Sampah Plastik Jadi Ancaman, Sekda Demak Ajak Masyarakat Jadi Agen Perubahan Penjaga Kebersihan Lingkungan
Berlaku Kasar dan Ambil Paksa Motor, Enam Debt Collector Diamankan
Pemulasaran Jenazah Covid-19 di RS Sudah Sesuai Syariat Agama
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?