Rombongan Belanda Berziarah di Makam Kehormatan Ereveld Kalibanteng

ZIARAH: Warga Belanda ziarah keluarga di Makam Kehormatan Belanda Ereveld Kalibanteng. Foto: Ugl

SEMARANG (Jatengdaily.com)   – Rombongan dari Negara Kincir Angin Belanda ziarah di Makam Kehormatan Belanda, Ereveld Kalibanteng. Mereka datang dari Belanda langsung ke lokasi makam yang tertata rapi di Kalibanteng Semarang Barat, Senin (23/9).

Rombongan terdiri atas 16 pengunjung tersebut, tiba di Ereveld Kalibanteng pukul 11.00 WIB. Lalu disambut oleh Robbert van de Rijdt, Director Oorlogs Graven Stiching untuk Indonesia dan  jajarannya. Rombongan sempat beristirahat sejenak di Gazebo Ereveld Kalibanteng yang terletak di samping bangunan utama.

Setelah istirahat, rombongan dari negeri kincir angin itu diajak ke salah satu monumen yang berada di tengah Ereveld Kalibanteng. Lalu, menuju monumen, dengan semangat, Robbert  menjelaskan, terkait Makam Kehormatan Belanda tersebut kepada pengunjung.

Setelah itu, pengunjung diajak menuju monumen Ibu dan Anak yang terletak di sisi belakang Ereveld. Pengunjung pun sempat memanjatkan doa bersama sebelum melakukan prosesi taruh bunga.

Prosesi taruh bunga dilakukan masing-masing oleh para pengunjung yang memiliki kerabat yang dimakamkan di Ereveld Kalibanteng.

Perlu diketahui, sebagian besar yang dimakamkan di Ereveld Kalibanteng adalah para sipil yang menjadi korban perang yang berasal dari tempat pengasingan tawanan milik Jepang. Seperti Ambarawa, Banyu Biru, Lampersari, dan Karangpanas. Mereka tewas akibat kesengsaraan yang dialami selama berada dalam tahanan Jepang periode 1942-1945.

Robbert van de Rijdt, Director Oorlogs Graven Stiching untuk Indonesia mengatakan, kunjungan yang dilakukan keluarga almarhum ke pemakaman tersebut dilakukan setiap tahunnya. Meski tak semua keluarga almarhum datang untuk berziarah.

“Mereka di sini ada yang mengunjungi makam neneknya bahkan ibunya. Setiap tahun pasti ada kunjungan. Untuk pengunjung kali ini berjumlah 16 orang dari Belanda,” ujarnya, Senin.

Lanjut Robbert, rencananya akan ada kunjungan kedua dari Belanda ke Ereveld Kalibanteng. Dirinya pun sangat senang mengingat saat ini Ereveld Kalibanteng dibuka untuk umum.

“Siapapun boleh berkunjung ke Makam Kehormatan Belanda ini. Dan tidak dipungut biaya alias gratis. Di sini pengunjung bisa berwisata sejarah, bisa memahami apa saja yang ada di Ereveld Kalibanteng ini,” imbuhnya.

Ereveld Kalibanteng, lanjut Robbert, merupakan salah satu dari tujuh Ereveld di Pulau Jawa. Di antaranya, Ereveld Menteng Pulo (Jakarta),  Ancol (Jakarta), Pandu (Bandung), Leuwigajah (Cimahi), Kalibanteng (Semarang), Candi (Semarang), Kembang Kuning (Surabaya).

“Hampir kurang lebih 3000 jenazah yang diistirahatkan di Ereveld Kalibanteng ini. Tak hanya warga Belanda saja, namun juga ada warga Indonesia yang dimakamkan di sini,” katanya. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here