Para finalis lomba Dokter Kecil tingkat SD di dampingi guru berfoto bersama usai menerima penghargaan bertempat di Rumah Sakit Tlogorejo Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– SD Santo Antonius Banyumanik Semarang meraih juara I dalam final cerdas cermat Lomba Dokter Kecil yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang.

SD Santo Antonius meraih poin tertinggi mengalahkan dua SD Negeri yakni SD Negeri Tugurejo 01 yang meriah peringkat kedua dan peringkat ketiga diraih SDN Ngaliyan 01.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Telogorejo Semarang ini, para finalis yang terdiri dari tiga pasang peserta (enam siswa) diberi pertanyaan oleh para juri.

Mereka misalnya diminta mempraktikan terkait penanganan dasar pada pasien. Peserta yang dinilai benar, diberi kesempatan pertama untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh tim juri.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Sapto Budi Utama, Jumat (23/8/2019) mengemukakan, mereka sebelumnya mengikuti serangkaian kegiatan.

Diawali dengan ujian tes tertulis pada 7 Agustus. Kemudian secara bertahap selama 8-15 Agustus, peserta mengikuti hospital tour di SMC RS Telogorejo.

Puncak acara dilaksanakan dengan agenda lomba cerdas cermat serta pemberian penghargaan bagi para pemenang. Adapun pemenang pertama akan didaulat menjadi Duta Dokter Kecil rumah sakit tersebut.

“Lomba dokter kecil ini bagian dari kegiatan pembangunan karakter siswa-siswi SD. Kami ingin memberi kesempatan kepada anak-anak melalui suatu kompetisi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada tahapan hospitol tour sebelumnya, tiap anak diedukasi ke sejumlah laboratorium seperti gigi, mata, radiologi. Kegiatan itu sekaligus upaya mempersiapkan anak-anak menjadi generasi yang sehat, berkarakter, cerdas, dan mempunyai kepekaan serta loyalitas kepada bangsa dan negara.

Sementara itu, Direktur Pemasaran SMC RS Telogorejo, dr Gracia Rutyana Harianto menyatakan, para peserta diharapkan akan memperoleh pengalaman yang lebih riil sekaligus menyenangkan tentang dunia medis.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk melihat langsung unit-unit penunjang rumah sakit, berkenalan dengan beragam profesi medis, hingga edukasi tentang budaya hidup sehat.
Dokter kecil adalah para siswa terpilih untuk menjadi teladan bagi teman-temannya yang lain, khususnya dalam kampanye budaya hidup bersih dan sehat.

“Sebagian dari mereka ada yang bertugas membantu tenaga kesehatan atau petugas UKS untuk menangani jika ada temannya yang sakit di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya, cara ini diikuti sebanyak 600 siswa dari 300 sekolah dasar baik negeri maupun swasta di Kota Semarang. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here