in

Selain Cerdas, Generasi Berkualitas Harus Sehat Emosi dan Jiwa

Para wisudawan saat mengikuti prosesi wisuda yang dipimpin Rektor Unisfat Demak Suemy. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Pendidikan sama pentingnya dengan sistem pertahanan dan kemanan nasional (Hankamnas). Jika tidak dijaga kedaulatannya, akan diinjak-injak penjajah.

Pada Wisuda ke-XI Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak, Rektor Suemy menyampaikan, sama halnya dengan sistem Hankamnas, pendidikan (suatu masyarakat) dalam kondisi gawat darurat jika tidak digarap secara serius. Generasi berkualitas, menurutnya, tidak hanya cerdas secara akademis namun harus pula sehat emosi serta jiwanya.

Untuk membentuk generasi berkualitas bahkan harus dirintis sejak masih janin dalam kandungan ibu. “Maka itu para ibu pun hendaknya memiliki pemahaman dan pengetahuan cukup, mulai dari asupan gizi yang dikonsumsi, budi pekerti bahkan bekal agama. Sebab ibu adalah madrasah sekaligus sekolah pertama bagi anaknya,” ujarnya, Sabtu (6/7/2019).

Namun begitu, lanjut Suemy, pendidikan tidak hanya tanggung jawab orang tua. Ada pula peran serta guru, pemerintah dan masyarakat. Maka itu diajaknya semua elemen masyarakat bersama membenahi sekolah dan lembaga pendidikan negeri ini untuk selamatkan masa depan bangsa.

“Sebab menjadi pemimpin berkualitas dan amanah tidak bisa secara karbitan atau instan. Butuh proses dan kerja keras. Sehingga terbentuk pribadi yang cerdas, stabil emosi, peka intuisi dan akhlakul karimah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Wabup H Joko Sutanto yang hadir mewakili Bupati Demak menyampaikan, wisuda bukanlah akhir tapi justru awal dari kehidupan selepasnya dari kampus universitas. Yang penting setelah selesai mengikuti kuliah dapat kembangkan ilmu yang dimiliki sehingga berguna bagi bangsa dan negara.

Ilmu yang sesungguhnya adalah setelah masa perkuliahan. Di mana pun bekerja menjadi kawah candradimuka. Terpenting tidak boleh kecil hati, saat berkompetisi dengan sarjana-sarjana dari universitas yang lebih besar.

“Contoh saya, kuliah di perguruan tinggi swasta. Setelah mengembangkan ilmu yang diperoleh saat kuliah, berhasil menjalabkan tangggungjawab sebagai PNS dan pensiun pada posisi pejabat eselon II. Alhamdulillaah lanjut di dunia politik, dan jadi wabup,” urai wabup yang hobi membaca itu.

Wisuda XI Unisfat Demak tahun 2019 tersebut diikuti 64 sarjana S1. Meliputi 20 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, 34 wisudawan dari FKultas Teknik dan 10 wisudawan dari Fakultas Agama Islam.

Rata-rata Indeks Prestasi Komulatif (IPK) per Program Studi (prodi), untuk Ilmu Administrasi Negara 3,23, Ekonomi Pembangunan 3,20, Ilmu Administrasi Niaga 3,11, dan Ilmu Komunikasi 2,93. Sedangkan Prodi Teknik Mesin 3,09, Teknik Informatika 3,10, Teknil Sipil 3,21 dan Pendidikan Agama Islam 3,26

Tercatat sebagai lulusan termuda uakni Vina Ihnayatul dari Prodi Ilmu Administrasi Niaga. Lahir pada 14 Agustus 1996 di Tahunan Jepara. Sedangkan wisudawan tertua yakni Sukono dari Prodi Ilmu Administrasi Niaga. Lahir pada 10 Nopember 1963 di Dukuh Krajan Desa Dukun Karangtengah Demak. rie-yds

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Melly Goeslaw Katakan Cinta untuk Soundtrack Film Habibie & Ainun 3

PSIS Gebuk Persela 2-0, Wallace Costa Berharap Konsisten