By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sesepuh Jateng Ikut Upacara Hari Santri di MAJT
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sesepuh Jateng Ikut Upacara Hari Santri di MAJT

Last updated: 22 Oktober 2019 16:22 16:22
Jatengdaily.com
Published: 22 Oktober 2019 16:22
Share
Ketua DPP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA menjadi inspektur upacara Hari Santri di halaman MAJT, Selasa (22/10/2019). Foto:ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk kali pertama menggelar upacara bendera memeringati Hari Santri, yang jatuh pada 22 Oktober 2019. Serangkaian tataupacara berlangsung khitmad, dengan Inspektur Upacara, Ketua DPP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA. Ratusan peserta yang terdiri para pengurus, karyawan dan masyarakat sekitar, dihadiri pula oleh sesepuh Jawa Tengah yang mantan Wagub Jateng Drs H Achmad.

Upacara bendera dikhitmadkan oleh pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur upacara, dilanjutkan pembacaan naskah pembukaan UUD 1945, Resolusi Jihat dan Janji Santri. Kemudian dimeriahkan dengan Mars Yalal Waton dan Mars Santri.

Inspektur Upacara Prof Dr KH Noor Achmad menegaskan, lahirnya Hari Santri dan diperkuat dengan lahirnya UU tentang Pesantren, semakin mengukuhkan sejatinya Indonesia lahir atas dasar peran ulama dan santri yang begitu kuat. Maka keduanya tidak dapat dipisahkan dengan negara. Di awali oleh kiprah Walisongo dengan dakwah moderatnya, dikeluarkan resolusi jihad NU yang dikumandangkan oleh Hadratussyech KH Hasyim Asy’ary, pada 22 Oktober 1945 hingga konsistensi ulama dan santri dalam mengawal NKRI hingga era kekinian.

Maka tugas ulama dan santri NU dalam upaya mengawal NKRI, tiada akan pernah berhenti hingga kiamat. Malah, tugas tersebut bakal semakin berat seiring perkembangan zaman yang ditandai dengan tumbuhnya radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat yang harus diberantas di bumi Indonesia, serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosok ulama dan santri dituntut untuk dapat melindungi umat dari pengaruh radikalisme sekaligus mengimbangi pesatnya kemajuan zaman saat ini.

“Tidak hanya mengantisipasi revolusi industri yang dikenal dengan 4.0, namun bila teknologinya semakin kencang lagi hingga tembus 6.0, pun ulama dan santri dituntut untuk siap. Jangan sampai Indonesia tergilas oleh kekuatan radikal yang pola gerakannya menggunakan kemajuan teknologi,” tegas Prof Noor Achmad yang juga Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat. st

You Might Also Like

Program Vaksinasi Tunggu Keputusan Pemerintah
Antibodi Bakal Turun Pasca 6 Bulan Vaksin Sinovac Kedua? ini Penjelasan Kadinkes
Sekolah Vokasi Undip & UT Kembangkan MBKM lewat Tri Dharma Perguruan Tinggi
Hari Ini UNS Gelar Uji Coba Kuliah Tatap Muka
Polda Metro Panggil Ketua KPK Besok Hari Jumat, Buntut Dugaan Pemerasan SYL
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?