Ilustrasi vaksin. Foto: dok.bnpb

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Antibodi dalam tubuh yang dihasilkan vaksin Sinovac akan turun setelah enam bulan menerima dosis kedua. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam.  “Dalam jurnal, enam bulan (antibodi) turun, tapi tidak usah khawatir,” ujar Hakam, dilansir Selasa (31/8/2021).

Begitu antibodi turun setelah enam bulan, lanjut Hakam, akan tetap ada sel memori dalam tubuh penerima vaksin. Sel memori ini akan meningkatkan produktivitas antibodi ketika ada virus masuk. “Jadi, tidak hilang sama sekali,” ucapnya.

Hakam menjelaskan, hingga saat ini memang belum ada petunjuk teknis (juknis) mengenai vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster bagi masyarakat umum.

Dalam juknis, vaksinasi booster hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Hal ini karena tenaga kesehatan berhubungan langsung  dengan pasien Covid-19 setiap hari.

Namun demikian, dia mengimbau masyarakat tak usah khawatir apabila vaksinasi sudah melebihi enam bulan. Jika terpapar, antibodi tetap dapat melakukan fagusitosis terhadap virus tersebut. “Makanya, teman-teman di luar kesehatan masih ada WFH. Tujuannya, ketika terpapar bisa istirahat. Antibodi bisa mencaplok virus. Virus akan mati dan jumlahnya akan zero lagi,” tambahnya.

Di sisi lain, Hakam juga menerangkan, jarak waktu pemberian dosis pertama dan kedua untuk vaksin Sinovac dan Moderna adalah 28 hari. Sedangkan, Astrazeneca 12 pekan atau tiga bulan. Pfizer hanya 21 hari.

Hanya saja, vaksin Pfizer belum dapat masuk ke Semarang karena penyimpannya sangat rigid. “Itu juknis jarak waktu pemberian vaksin. Kalau misal lebih dari itu apakah vaksinnya perlu diulang? Tidak,” tegasnya. she