By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Antibodi Bakal Turun Pasca 6 Bulan Vaksin Sinovac Kedua? ini Penjelasan Kadinkes
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Antibodi Bakal Turun Pasca 6 Bulan Vaksin Sinovac Kedua? ini Penjelasan Kadinkes

Jatengdaily.com
Published: 31 Agustus 2021 07:23
Share
Ilustrasi vaksin. Foto: dok.bnpb
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Antibodi dalam tubuh yang dihasilkan vaksin Sinovac akan turun setelah enam bulan menerima dosis kedua. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam.  “Dalam jurnal, enam bulan (antibodi) turun, tapi tidak usah khawatir,” ujar Hakam, dilansir Selasa (31/8/2021).

Begitu antibodi turun setelah enam bulan, lanjut Hakam, akan tetap ada sel memori dalam tubuh penerima vaksin. Sel memori ini akan meningkatkan produktivitas antibodi ketika ada virus masuk. “Jadi, tidak hilang sama sekali,” ucapnya.

Hakam menjelaskan, hingga saat ini memang belum ada petunjuk teknis (juknis) mengenai vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster bagi masyarakat umum.

Dalam juknis, vaksinasi booster hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Hal ini karena tenaga kesehatan berhubungan langsung  dengan pasien Covid-19 setiap hari.

Namun demikian, dia mengimbau masyarakat tak usah khawatir apabila vaksinasi sudah melebihi enam bulan. Jika terpapar, antibodi tetap dapat melakukan fagusitosis terhadap virus tersebut. “Makanya, teman-teman di luar kesehatan masih ada WFH. Tujuannya, ketika terpapar bisa istirahat. Antibodi bisa mencaplok virus. Virus akan mati dan jumlahnya akan zero lagi,” tambahnya.

Di sisi lain, Hakam juga menerangkan, jarak waktu pemberian dosis pertama dan kedua untuk vaksin Sinovac dan Moderna adalah 28 hari. Sedangkan, Astrazeneca 12 pekan atau tiga bulan. Pfizer hanya 21 hari.

Hanya saja, vaksin Pfizer belum dapat masuk ke Semarang karena penyimpannya sangat rigid. “Itu juknis jarak waktu pemberian vaksin. Kalau misal lebih dari itu apakah vaksinnya perlu diulang? Tidak,” tegasnya. she

You Might Also Like

Wardah Suport Fashion Show Keke Busana
Stabilkan Harga dan Stok, Disperindag Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng dan Beras
Mbak Ita ‘Kesengsem’ Coockies Lele, Produk Penanganan Stunting Warga Tanjung Mas Semarang
Tim Hero Tertibkan Balon Udara yang Nekat Diterbangkan
UMP Jawa Tengah 2024 Hanya Naik 4,02 Persen
TAGGED:antibodi turunvaksin sinovac
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?