By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Suami Istri Bertarung Rebut Kursi Kades di Boyolali
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Suami Istri Bertarung Rebut Kursi Kades di Boyolali

Last updated: 29 Juni 2019 14:19 14:19
Jatengdaily.com
Published: 29 Juni 2019 14:19
Share
Setelah lakukan melakukan pemilihan dengan e-voting, pemilih di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Boyolali ini memasukkan kertas barcode ke kota suara. Foto: st
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Warga Boyolali di sejumlah desa Sabtu (29/6/2019) menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) secara serentak. Pilkades digelar di 228 desa dengan 626 calon.

Rencananya Pilkades tersebut digelar di 229 desa, namun salah satu desa yakni Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono diundur, karena cuma ada satu calon, setelah dua calon lainnya mundur sebelum ditetapkan sebagai calon.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 desa menggelar pemungutan suara dengan cara e-voting. Sedangkan sisanya menyelenggarakan pumungutan secara manual.

Warga Boyolali pun menyambut antusias perhelatan PIlkades tersebut. Seperti yang tampak di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Boyolali. Warga berduyun-duyun ke TPS dengan menggunakan pemungutan e-voting.

Di desa ini maju sebagai calon adalah pasangan suami istri yakni Siti Prihatin (petahana) dan suaminya Wijiyatno. Meskipun dengan e-voting namun dalam Pilkades tersebut digelar secara offline agar tidak bisa ditembus oleh hacker.

Dalam sistem e-voting prosesnya memang relatif lebih cepat. Pemilih setelah menunjukkan surat undangan dan kemudian diverifikasi panitia dengan data pemilu tetap desa.

Setelah itu pemilih diberi smart card untuk melakukan pemilihan. Setelah tombol foto calon dipilih, kemudian keluar kertas barcode yang kemudian dilipat dan dimasukkan ke kota suara atau kotak audit.

Meskipun menggunakan sistem yang bahkan berbeda dengan Pilpres atau Pileg, namun para pemilih terlihat tak banyak kebingungan saat memilih. Pasalnya, jauh-jauh hari sudah dilakukan sosialisasi oleh Pemkab Boyolali di sejumlah desa bersangkutan. st-yds

You Might Also Like

Peringati Harhubnas 2023, Dishub Demak Gelar Family Gathering
Sinergi Pelestarian Tari Kretek sebagai Ikon Kabupaten Kudus
TNI dan Telkom Jalin Sinergi Layanan Transponder Satelit
Pimpinan Pascasarjana USM Audiensi ke Gubernur, Jajaki Kerja Sama Riset untuk Solusi Daerah
Unissula Buka Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?