BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Warga Boyolali di sejumlah desa Sabtu (29/6/2019) menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) secara serentak. Pilkades digelar di 228 desa dengan 626 calon.
Rencananya Pilkades tersebut digelar di 229 desa, namun salah satu desa yakni Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono diundur, karena cuma ada satu calon, setelah dua calon lainnya mundur sebelum ditetapkan sebagai calon.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 desa menggelar pemungutan suara dengan cara e-voting. Sedangkan sisanya menyelenggarakan pumungutan secara manual.
Warga Boyolali pun menyambut antusias perhelatan PIlkades tersebut. Seperti yang tampak di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Boyolali. Warga berduyun-duyun ke TPS dengan menggunakan pemungutan e-voting.
Di desa ini maju sebagai calon adalah pasangan suami istri yakni Siti Prihatin (petahana) dan suaminya Wijiyatno. Meskipun dengan e-voting namun dalam Pilkades tersebut digelar secara offline agar tidak bisa ditembus oleh hacker.
Dalam sistem e-voting prosesnya memang relatif lebih cepat. Pemilih setelah menunjukkan surat undangan dan kemudian diverifikasi panitia dengan data pemilu tetap desa.
Setelah itu pemilih diberi smart card untuk melakukan pemilihan. Setelah tombol foto calon dipilih, kemudian keluar kertas barcode yang kemudian dilipat dan dimasukkan ke kota suara atau kotak audit.
Meskipun menggunakan sistem yang bahkan berbeda dengan Pilpres atau Pileg, namun para pemilih terlihat tak banyak kebingungan saat memilih. Pasalnya, jauh-jauh hari sudah dilakukan sosialisasi oleh Pemkab Boyolali di sejumlah desa bersangkutan. st-yds



