By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Tol Solo-Yogya Terjang 45 Desa dan 9 Kecamatan, Bupati Klaten Siap Kawal
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tol Solo-Yogya Terjang 45 Desa dan 9 Kecamatan, Bupati Klaten Siap Kawal

Jatengdaily.com
Published: 10 Juli 2019 15:24
Share
Bupati Klaten Sri Mulyani bersama tim sidak ke lokasi yang bakal terkena pembangunan tol Solo-Yogya. Foto:ist
SHARE

KLATEN (Jatengdaily.com) – Bupati Klaten Sri Mulyani siap mengawal pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta. Kendati begitu, dia berharap terus dilibatkan dalam tahapannya, sehingga bisa meminimalisasi konflik yang mungkin terjadi di masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Sri Mulyani saat melakukan pengecekan dan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah lokasi dan lahan, yang rencananya akan dilalui jalan tol Solo-Klaten-Jogja. Dalam kunjungannya, bupati didampingi tim dari PT Adi Karya dan pejabat setempat.

Menurutnya, setiap pembahasan pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Klaten, sudah semestinya Pemkab Klaten dilibatkan. Sehingga setiap ada perubahan denah, pemkab mengerti dan bisa mengakomodasi aspirasi dan merespons keluhan masyarakat yang muncul, seperti saat ganti untung lahan dan sebagainya.

“Jadi, setelah lokasi dan denah ditetapkan Gubernur Jawa Tengah, semua sudah tidak ada permasalahan dan sudah sesuai aspirasi masyarakat. Pada prinsipnya Pemkab Klaten berkomitmen mengawal pembangunan jalan tol di Klaten, sehingga nantinya jalan tol yang akan dibangun benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Sri Mulyani.

Dijelaskan, jalan tol rencananya melintasi sembilan kecamatan dan 45 desa. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui secara pasti lokasi mana saja yang terkena pembangunan jalan tol. Dia berharap pemkab terus dilibatkan dalam setiap pembahasan jalan tol, termasuk jika ada perubahan jalur.

“Tadi pengembang PT Adi Karya dan DPUPR telah menunjukkan mana lokasi jalan tol di Klaten yang nantinya akan digunakan rest area dan exit tol. Kemudian juga untuk menampung aspirasi warga seperti rencana rest area di Beku, Karanganom. Karena banyak permukiman dan makam kuno, maka diusulkan agar dipindah. Namun tetap rest area diusulkan dibangun di Beku Karanganom, dan rest area kedua di Karangnongko,” jelasnya.

Bupati menjelaskan, ada tiga exit tol setelah direvisi. Exit tol ketiga di Borangan Manisrenggo yang nantinya ada dua kaki, yakni satu kaki ke Borangan dan satunya ke Somokaton, Jogonalan. Sementara, di Ngawen, lokasi yang terkena dampak SD IT dan SMP. Namun pihak sekolah tidak keberatan asalkan dibangun pengganti yang lebih bagus.

Disinggung mengenai pembangunan jalan tol yang mengenai sumber mata air, Sri Mulyani berharap agar jalurnya digeser. Sehingga, tidak merusak sumber mata air.

“Jangan sampai pembangunan jalan tol jangan membawa dampak rugi karena sumber mata air dimanfaatkan PDAM untuk sumber air minum warga,” tandasnya.st

You Might Also Like

Ribuan Botol Miras, Sabu, dan Pil Ekstasi Dimusnahkan
Infeksi COVID-19 Menyebar di 34 Provinsi
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Bimtek Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tingkat SMP
Indonesia Kirim Bantuan Logistik Tahap 3 untuk Korban Gempa Turki
BNPB Minta Pemda Identifikasi Pohon yang Mudah Roboh
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?