By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Wacana Pemekaran Semarang, Isu Dulu Biar Masyarakat Paham
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Wacana Pemekaran Semarang, Isu Dulu Biar Masyarakat Paham

Last updated: 7 Oktober 2019 21:46 21:46
Jatengdaily.com
Published: 7 Oktober 2019 21:46
Share
Kadarlusman
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menghidupkan kembali wacana pemekaran wilayah Kota Semarang yang telah dilontarkan September lalu. Jumlah kecamatan dan kelurahan akan bertambah disesuaikan dengan jumlah penduduk wilayah tersebut.

Wacana tersebut berkembang luas dan menjadi pembicaraan kalangan masyarakat. Ada yang menerima, namun tidak sedikit pula yang mempersoalkan administrasi terkait pergantian data dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), KK dan lain-lain.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, pelemparan isu tersebut perlu. Tujuannya agar masyarakat paham dan tidak kaget jika pemekaran sudah dalam tahap realisasi.

“Pemekaran wilayah itu prosesnya panjang. Bukan satu hingga tiga bulan langsung dilaksanakan. Masyarakat biar paham dulu,” kata Pilus, sapaan akrab Kadarlusman, Senin (7/10).

Pilus mengatakan, saat ini pemekaran Kota Semarang masih dalam tahap kajian. Setelah kajian selesai, kemudian dilanjutkan untuk pembahasan APBD. Setelah itu, barulah proses realisasi.

Dia menjamin, kajian tentang pemekaran ini sudah ditangani oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-mading, mulai peta wilayah, pemerintahan hingga nantinya yang membahas tentang penambahan camat dan ASN yang bertugas di wilayah baru.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai hal administrasi, Pilus mengatakan hal tersebut, bukanlah hal prinsip dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Mungkin banyak yang khawatir bagaimana nanti kalau mau kredit motor, mobil, urusan perbankan dan sebagainya. Tapi masyarakat jangan khawatir, proses itu bisa dipercepat,” ungkapnya.

Pilus menambahkan, pemekaran wilayah ini bertujuan agar pelayanan dan pembangunan di Kota Semarang lebih merata. Politisi PDIP tersebut mencontohkan jika Puskesmas Keliling yang berkeliling di wilayah yang populasi penduduknya banyak akan berbeda dengan wilayah yang populasi penduduknya sedikit.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sedang memantapkan kajian pemekaran wilayah Kota Semarang yang semula terdiri dari 16 kecamatan dan 177 kelurahan diwacanakan menjadi 22 kecamatan dan sekitar 250 kelurahan.

Wacana pemekaran ini sebenarnya sudah pernah digaungkan sejak 2016 silam. Namun, beberapa pihak menilai pemekaran wilayah tersebut merupakan pemborosan anggaran karena terkait infrastruktur dan distribusi pegawai. Ugl–st

You Might Also Like

Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026 Mulai Dibuka
Layani Arus Mudik, KSOP Semarang Siapkan 11 Kapal
Puisi dari Sabang sampai Merauke, Sahabat-AI Antar Indosat Pecahkan Rekor MURI
Gagal Jadi Anggota DPR, Tito Sumarsono Kini Sibuk Jadi Guru Musik
Lima Orang Jadi Tersangka Penganiayaan Kasatreskrim Polres Wonogiri
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?