By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Wanita Pekerja Seks Lokalisasi SK akan Diberi Jaminan Hidup Rp 5,5 Juta
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Wanita Pekerja Seks Lokalisasi SK akan Diberi Jaminan Hidup Rp 5,5 Juta

Last updated: 13 Juni 2019 22:41 22:41
Jatengdaily.com
Published: 13 Juni 2019 22:41
Share
Gapuro pintu gerbang menuju lokalisasi Sunan Kuning. Foto:bgy
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, kini sudah siap melakukan penutupan Resosialisasi Argorejo atau yang lebih dikenal dengan nama Lokalisasi Sunan Kuning (SK)

Kasi Tuna Sosial dan Perdagangan Orang (TSPO), Anggie Ardhitia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tinggal melakukan eksekusi pemulangan para wanita pekerja seksual (WPS) yang mayoritas berasal dari luar daerah Kota Semarang.

“Dari Dinsos sudah melakukan proses yang cukup panjang. Kami selalu berkoordinasi dengan ketua resos terkait dengan tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam rangka penutupan lokalisasi. Alhamdulillah, pihak resos sudah bersedia mendukung Pemkot menghilangkan prostitusi,” kata Anggie, Kamis (13/6/2019).

Menurut Anggie, pihaknya pun telah mempersiapkan dana bantuan sebagai jaminan hidup bagi penerima manfaat yakni bagi para wanita pekerja seks (WPS) sebesar Rp 5,5 juta. Dana tersebut berasal dari Kementrian Sosial.

Selain itu, Pemkot Semarang juga akan memberikan dana bantuan menggunakan dana APBD. Terkait dengan jumlah dana yang dikucurkan Pemkot, Anggie belum dapat menyebutkannya.

Penerima manfaat ini, sambungnya, hanya bagi WPS penghuni wisma yang tetap. Sedangkan freelance WPS tidak akan menerima dana bantuan jaminan hidup.

Adapun data penghuni wisma tetap, Anggie menyebutkan, terdapat 476 WPS. Dinsos juga akan melakukan verifikasi ulang terkait jumlah WPS yang ada di lokalisasi Sunan Kuning. Verifikasi ini dimaksudkan untuk penyaluran bantuan tunjangan hidup dari kementerian dan APBD kota.

Dia menjelaskan, warga sekitar tidak mendapatkan dana bantuan jaminan hidup namun Dinsos memberikan fasilitas lain sepsrti pelatihan berbagai keterampilan. Pasca pentutupan, Pemkot juga berencana akan menjadikan kawasan tersebut sebagai kampung tematik pusat kuliner. Ugl–st

You Might Also Like

Ramadan Peduli, PIMAJT Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Dhuafa
Penanganan Darurat Tanah Longsor Cilacap, Operasi Pencarian dan Pertolongan Dilanjutkan Hari Ini
Jateng Alokasikan Rp250 Miliar untuk Insentif Guru Agama
Misi Kemanusiaan, DMI Bantu 1 Juta Botol Karbol Pewangi
TMMD untuk Percepatan Pembangunan Kabupaten Demak
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?