By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Warga Alami Krisis Air Bersih, PMI Bantu Dropping
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Warga Alami Krisis Air Bersih, PMI Bantu Dropping

Last updated: 27 Juni 2019 13:12 13:12
Jatengdaily.com
Published: 27 Juni 2019 13:12
Share
Warga antre air bersih bantuan PMI. Foto: wing
SHARE

SLAWI (Jategdaily.com) – Memasuki musim kemarau tahun ini, ratusan warga di Desa Kertasari Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal sudah mengalami krisis air bersih. Sehingga, begitu mendengar ada bantuan air bersih akan datang dari Pemkab setempat Rabu (26/6/2019)sore, mereka berhamburan untuk mendapatkannya.

Sambil membawa tempat penampungan air seperti jerigen dan ember, puluhan warga langsung mengantre bantuan atau dropping air bersih yang dipasok dengan menggunakan mobil tangki.

Warga terpaksa mengantre, lantaran desa mereka mulai dilanda krisis air bersih setiap kali memasuki musim kemarau. Tidak sedikit dari mereka terpaksa menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari akibat dari krisis aor bersih.

Bagi yang mampu, terpaksa membeli dari pedagang keliling. Mereka pun bersuka cita menyambut bantuan air yang digelontorkan PMI Kabupaten Tegal itu.

Naryo, warga setempat mengatakan sudah beberapa hari ini desanya dilanda kekeringan dan krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan, warga terpaksa menggunakan air sungai yang ditampung di sumur. “Terpaksa pakai air sungai untuk mencuci, mandi dan memasak,” katanya.

Menurut Naryo, bagi warga yang mampu tidak menggunakan air sungai melainkan harus membeli dari pedagang dengan harga Rp 3.500 per jerigen. Bagi yang tidak mampu terpaksa menggunakan air sungai yang sudah diendapkan untuk dikonsumsi.

“Karenanya, bantuan seperti ini sangat kami tunggu untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari,” katanya.

Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo di sela-sela kegiatan mengatakan pihaknya telah memetakan ada lima Kecamatan yang rawan krisis air bersih. Itu meliputi Kecamatan Suradadi, Warureja, Jatinegara, Kedungbanteng, dan Balapulang.

“Terkait itu, kami akan mulai mendistribusikan bantuan air bersih. Targetnya 375.000 liter akan kita gelontorkan,” kata Iman.

Sementara dari data PMI Kabupaten Tegal, bantuan air bersih di Desa Kertasari menyasar 3 RT di dua RW yakni RT02 RW05, RT03 dan 04 RW 04. Dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 353 Kepala Keluarga. wing-she

You Might Also Like

Optimalikan Keamanan Transportasi Selama Nataru, Kapolri Kunjungi Terminal Tirtonadi Solo
Daftar Nikah Kini Bisa Daring lewat Simkah, Berikut Caranya
Ditemukan Tren Narapidana Narkotika Terpapar Terorisme
Kasus Aktif COVID-19 Masih Tinggi
Kebahagiaan Ana Marlia,  Putri Tunggalnya Jadi Sarjana Hukum
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?