By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Warga Masih Antusias Ngalap Berkah Gunungan Grebeg Syawal
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaSeni Budaya

Warga Masih Antusias Ngalap Berkah Gunungan Grebeg Syawal

Last updated: 7 Juni 2019 10:18 10:18
Jatengdaily.com
Published: 7 Juni 2019 10:18
Share
Warga berebut gunungan Grebeg Syawal yang berisi hasil bumi. Foto: yds
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com) – Masyarakat Solo dan sekitarnya tak ingin melewatkan prosesi tahunan Grebeg Syawal yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta, di hari Lebaran kedua Kamis (6/6/2019). Mereka pun antusias menunggu sejak pagi sekadar untuk ngalap berkah berebut gunungan.

Prosesi diawali dengan kirab gunungan dari Keraton Solo menuju Masjid Agung dengan rute Sitinggil, Pagelaran, Alun-alun Utara menuju Masjid Agung. Tampil di barisan depan adalah marching band diikuti para prajurit keraton.

Mereka mengiringi kirab Gunungan Jaler (laki-laki) dan Gunungan Estri (perempuan) berisi hasil bumi dan jajanan pasar yang ditandu sejumlah prajurit keraton. Sesampainya di Masjid Agung kemudian didoakan diikuti oleh warga yang menunggu di pelataran masjid.

Gunungan Estri dikirab dari Keraton Solo ke Masjid Agung kembali ke keraton baru kemudian diperebutkan ke warga. Foto: yds

Tak berselang lama setelah doa selesai, gunungan langsung diperbutkan ratusan warga. Dalam hitungan menit gunungan tersebut sudah ludes. Ada yang mendapat telur, kacang panjang dan lainnya. Dari dua gunungan tersebut, cuma gunungan Jaler yang diperebutkan warga di halaman masjid Agung. Gunungan ini berisi kacang panjang, wortel, cabe merah besar, telor, klenyem.

Sedangkan gunungan Estri dibawa kembali ke Keraton Solo dan diperebutkan di halaman keraton. Untuk gunungan Estri terdiri dari rangkaian rengginang mentah atau criping dari ketan yang ditusuk dengan bilah bambu. Kemudian pada bagian bawah gunungan sama dengan gunungan pertama, yaitu berisi nasi beserta lauk pauk.

Gunungan Jaler saat memasuki halaman Masjid Agung sebelum diperebutkan. Foto: yds

Kedua gunungan digunakan sebagai simbol rasa syukur Raja beserta kawula dan seluruh abdi dalem Keraton yang sudah behasil menyelesaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Dan tradisi tersebut merupakan warisan turun temurun dari Sultan Agung pada jaman kerajaan Mataram, yang kemudian terus dilestarikan hingga sekarang.

“Kegiatan ini merupakan puncak dari perayaan Idul Fitri di keraton sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur,” kata Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta KGPH. Dipokusumo.

Sedangkan warga yang berebut gunungan mengaku untuk berebut berkah. Apa pun yang didapat dari gunungan tersebut mereka tetap bersyukur, meskipun cuma secuil. “ini ngalap berkah tiap tahun saat Syawal,” kata Widodo (50) warga yang ikut berebut. yds

You Might Also Like

Rinjani Juara I Lomba Baca Puisi se-Jateng
Ketika Wayang Kulit jadi Penyampai Pesan Antikorupsi
Banggai jadi Destinasi Wisata Mancing Favorit Wisatawan
Wisma Perdamaian Pernah jadi Tempat Singgah Pangeran Diponegoro
Pecinta Mie Pedas Bisa Merapat di Kedai Qua Mera
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?