11 Pedagang Kena COVID-19, Pasar Gede Ditutup hingga 7 Desember

Pasar Gede Solo. Foto: yanuar

SOLO (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota Surakarta mengeluarkan Surat Edaran, terkait penutupan sementara Pasar Gede Solo sisi timur selama sepekan atau tujuh hari mulai Senin (1/12/2020) hingga 7 Desember 2020. Penutupan dilakukan menyusul terpaparnya sejumlah pedagang Pasar Gede sisi timur tersebut.

Dalam Surat Edaran nomor 067/3004 tertanggal 30 November 2020 tersebut disebutkan, Pasar Gede yang ditutup adalah bagian sisi timur. Selama penutupan sementara, pedagang kios, los, oprokan dilarang melakukan aktivitas jual belu di pasar.

“Pemkot Surakarta akan melakukan sterilisasi pasar dan para pedagang melakukan isolasi mandiri,” demikian tulis dalam Surat Edaran tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan awalnya ada tiga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Setelah tracing, ternyata ada tambahan delapan lagi jadi total sejauh ini ada sebelas pedagang yang terkonfirmasi COVID-19.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa penutupan pasar tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kami sterilkan dahulu, baru boleh buka lagi. Ini jadi peringatan pedagang dan pembeli, kalau tidak mau tutup, ya, pakai masker. Apalagi, penjual makanan agar pakai,” katanya.

Penutupan pasar gara-gara COVID-19 juga teradi di Pasar Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Pasar tradisional yang terletak di sebelah utara Bandara Adi Soemarmo tersebut, ditutup dua hari Senin hingga Selasa (1/12/2020).

Penutupan dilakukan, kata Kepala Desa Dibal, Budi Setiyono, karena diketahui dua warga yang tinggal di lingkungan pasar dinyatakan positif COVID-19. Penutupan itu dilakukan juga untuk melindungi para pedagang lainnya. yds